Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya menyiapkan program perbaikan 36 pasar di Jakarta selama tahun anggaran 2024. Langkah pemugaran ini berupa pengecatan ulang eksterior dan perbaikan kerusakan kecil pada bangunan.
“Pengecatan eksterior dan pemeliharaan toilet,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (17/5/2024).
Dia menjelaskan, perbaikan 36 pasar tersebut sudah dimulai secara bertahap. Pada tahun 2023 lalu, kata Agus melanjutkan, Perumda Pasar Jaya sudah mengecat 26 pasar. Dari target ini sudah terlaksana pada di tahun 2024 dengan diresmikannya dua pasar yakni Pasar Jatirawasari, Jakarta Pusat dan Pasar Cilincing, Jakarta Utara. Kemudian, peresmian juga akan dilakukan di Pasar Kalideres, Pasar Sumur Batu, dan Pasar Heksagon.
Lebih jauh, ujar Agus mengungkapkan, revitalisasi pasar yang sedang berjalan yakni Pasar Jatinegara, Pasar Pramuka, Pasar Serdang, Pasar Cempaka Putih, Pasar Senen Blok VI, dan Pasar Jembatan Besi. Selain itu, Pasar Jaya melakukan pengecatan 26 pasar pada 2023. Sepanjang tahun ini, Pasar Jaya melakukan pengecatan 38 pasar yang sedang dilakukan di Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Sunan Giri dan Pasar Palmerah.
Dia menambahkan, upaya mempercantik pasar-pasar tradisional guna memacu pelayanan serta sarana dan prasarana pusat perbelanjaan di Jakarta. Perusahaan bertekad tetap membangun ulang dan revitalisasi pasar pada 2024 ini demi memacu pelayanan serta sarana dan prasarana pusat perbelanjaan di Jakarta.
Agus meyakini, perbaikan sejumlah pasar merupakan upaya menciptakan lingkungan ideal untuk berbagai aktivitas perdagangan dalam rangka mendukung kegiatan ekonomi dan sosial guna mewujudkan Jakarta sebagai kota global.
“Pasar juga memiliki peran penting dalam upaya mempertahankan keunikan budaya lokal dan menjadi tempat penting bagi masyarakat sekitar untuk saling berinteraksi dan memasarkan produknya,” kata Agus menegaskan.
“Bertemunya penjual dan pembeli produk lokal pada gilirannya dapat membantu perekonomian lokal dan memperkuat daya saing Jakarta Sebagai kota global serta menjadi jendela bagi wisatawan lokal maupun internasional untuk memahami kehidupan sehari-hari masyarakat Jakarta,” ujar Agus menambahkan.
Sebab, kata dia mengingatkan, Jakarta jangan sampai menjadi kota mati seiring tidak lagi menjadi ibu kota. Namun, Jakarta harus bertransformasi menjadi kota jasa dan perdagangan melalui pasar sebagai salah satu pendukung kegiatan ekonomi. “Modernisasi dan peremajaan pasar untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung maupun pedagang,” katanya.
Diketahui, Pasar Jaya adalah perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang melaksanakan pelayanan umum dalam bidang pengelolaan area pasar, membina pedagang pasar, ikut membantu stabilitas harga, dan kelancaran distribusi barang dan jasa. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini didirikan 24 Desember 1996.
Dari 153 Pasar yang dimiliki, Pasar Jaya mengelola 148 pasar dengan omset bisnis yang diperdagangkan lebih dari Rp150 triliun per tahun dengan 110.840 tempat usaha. Berdasarkan survei, pasar-pasar yang dikelola Pasar Jaya dikunjungi lebih dari 2 juta pengunjung setiap harinya, atau kurang lebih 20 persen dari penduduk DKI Jakarta.
Penulis: Aria Triyudha










