Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Hukum

Ditetapkan Tersangka, KPK Langsung Tahan Hakim MA Edy Wibowo

by Fadlan Butho
19/12/2022
Ditetapkan Tersangka, KPK Langsung Tahan Hakim MA Edy Wibowo

Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) saat konferensi pers di kantornya, Senin (19/12/2022). Penyidik menahan Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti di Edy Wibowo setelah ditetapkan sebagai tersangka | DOK HARNAS.CO.ID

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Terbaru, tim penyidik menahan Hakim Yustisial atau Panitera Pengganti di Edy Wibowo setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk kepentingan penyidikan tersangka ditahan selama 20 hari ke depan,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di kantornya, Senin (19/12/2022).

Firli mengatakan penahanan dilakukan hingga 7 Januari mendatang. Edy ditahan di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih.

Dalam kasus ini, Edy diduga secara bertahap menerima suap hingga Rp3,7 miliar. KPK menyebut pemberian uang berkaitan dengan gugatan kasasi agar Yayasan Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar (SKM) tidak dinyatakan pailit.

Pemberian berawal dari gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke Pengadilan Negeri Makassar yang diajukan PT Mulya Husada Jaya (MHJ). Karena dinyatakan pailit, perusahaan ini mengajukan kasasi ke MA.

“Salah satu isi permohonannya agar putusan di tingkat pertama ditolak dan memutus Yayasan Rumah Sakit SKM tidak dinyatakan pailit dengan segala akibat hukumnya,” ujar Firli.

Namun, pengajuan ini tak berjalan dengan semestinya. Penyebabnya, perwakilan yayasan rumah sakit yang bernama Wahyudi melakukan pendekatan dengan PNS pada Kepaniteraan MA, Muhajir Habibie dan Albasari.

Dari proses inilah diduga terjadi pemberian uang secara bertahap. Edy diduga menerima uang itu melalui dua PNS tersebut.

“Diduga ada pemberian sejumlah uang secara bertahap hingga mencapai sekitar Rp3,7 miliar kepada EW yang menjabat sebagai Hakim Yustisial sekaligus Panitera Pengganti MA yang diterima melalui MH dan AB sebagai perwakilan sekaligus orang kepercayaannya,” jelas Firli.
Firli mengatakan pemberian uang itu dilakukan selama proses kasasi berlangsung.

“Adapun pemberian sejumlah uang tersebut diduga untuk mempengaruhi isi putusan,” tegasnya.

“Setelah uang diberikan maka putusan kasasi yang diinginkan Wahyudi Hardi dikabulkan dan isi putusan menyatakan Rumah Sakit SKM tidak dinyatakan pailit,” sambung Firli.

Akibat perbuatannya, Edy bersama Muhajir Habibie dan Albasari disangka melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a dan b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sebelumnya KPK juga telah menetapkan dan mengumumkan 13 orang sebagai tersangka. Mereka adalah:

1) SD (Sudrajad Dimyati, tidak dibacakan), Hakim Agung pada Mahkamah Agung.

2) GS (Gazalba Saleh, tidak dibacakan), Hakim Agung pada Mahkamah Agung.

3) PN (Prasetyo Nugroho, tidak dibacakan), Hakim Yustisial / Panitera Pengganti pada Kamar
Pidana MA dan Asisten Hakim Agung GS.

4) RN (Redhy Novarisza, tidak dibacakan), PNS Mahkamah Agung / staf.

5) ETP (Elly Tri Pangestu, tidak dibacakan) Hakim Yustisial / Panitera Pengganti Mahkamah
Agung.

6) DY (Desy Yustria, tidak dibacakan), PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung.

7) MH (Muhajir Habibie, tidak dibacakan), PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung.

8) NA (Nurmanto Akmal, tidak dibacakan), PNS Mahkamah Agung.

9) AB (Albasri, tidak dibacakan), PNS Mahkamah Agung.

10) YP (Yosep Parera, tidak dibacakan), Pengacara.

11) ES (Eko Suparno, tidak dibacakan), Pengacara.

12) HT (Heryanto Tanaka, tidak dibacakan), Swasta / Debitur Koperasi Simpan Pinjam ID
(Intidana, tidak dibacakan).

13) IDKS (Ivan Dwi Kusuma Sujanto, tidak dibacakan), Swasta / Debitur Koperasi Simpan
Pinjam ID (Intidana, tidak dibacakan). Seluruhnya telah dilakukan penahanan.

Editor: Ridwan Maulana

Previous Post

Kesiapan Polri Jelang Natal dan Tahun Baru 2023

Next Post

Apel Gelar Pasukan, Kapolri Pastikan Seluruh Pihak Siap Amankan Nataru

Related Posts

Aliran Dana Muktamar NU Diduga Terkait Kasus ATR/BPN, Kyai PCNU Kembalikan Rp 40 Juta ke KPK
Hukum

Aliran Dana Muktamar NU Diduga Terkait Kasus ATR/BPN, Kyai PCNU Kembalikan Rp 40 Juta ke KPK

Cak Imin Siap Bantu KPK Bongkar Korupsi di Kemenaker
Hukum

Kedapatan Korupsi, KPK Tangkap Bupati Klaten

Duit Rp106,3 Miliar Jadi Petunjuk, KPK Dalami Orang Kepercayaan Nusron Wahid sebagai Markus
Hukum

Dipanggil KPK Besok, KPK Peringatkan Nusron Wahid Hadiri Pemeriksaan

Korupsi Dana Bencana, KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB dan 4 Lainnya Tersangka
Hukum

Korupsi Dana Bencana, KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB dan 4 Lainnya Tersangka

Leave Comment

Terkini

Reuni Akbar SMP Setia Negara Depok Rayakan Persatuan dan Kenangan tak Terlupakan

Reuni Akbar SMP Setia Negara Depok Rayakan Persatuan dan Kenangan tak Terlupakan

Aliran Dana Muktamar NU Diduga Terkait Kasus ATR/BPN, Kyai PCNU Kembalikan Rp 40 Juta ke KPK

Aliran Dana Muktamar NU Diduga Terkait Kasus ATR/BPN, Kyai PCNU Kembalikan Rp 40 Juta ke KPK

Kolaborasi dengan Pemprov Jabar, BRIN Uji Coba I-SEATER Selama Satu Bulan di Gedung Sate

Kolaborasi dengan Pemprov Jabar, BRIN Uji Coba I-SEATER Selama Satu Bulan di Gedung Sate

Sidak Flyover Latumenten, Anggota DPRD DKI Kenneth: Progres Capai 83 Persen, Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

Sidak Flyover Latumenten, Anggota DPRD DKI Kenneth: Progres Capai 83 Persen, Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

45 WNA Terjaring Razia Ditjen Imigrasi di Apartemen Kalibata City, Mayoritas Asal Somalia

45 WNA Terjaring Razia Ditjen Imigrasi di Apartemen Kalibata City, Mayoritas Asal Somalia

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Cari Aktor Lain di Proyek EDC BRI, KPK Dalami Peran Direktur Utama PT Integra Pratama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.