HARNAS.CO.ID – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka terus dikembangkan. Komisi antirasuh, Selasa (11/10/2022), menyidik Asisten Direktur Marina Bay Sands Casino Singapore (MBS) Defry Stalin, lewat upaya pemeriksaan.
“Pemanggilan dilakukan dalam penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Jakarta.
KPK belum mengumumkan resmi soal status tersangka Lukas Enembe. Terkair publikasi konstruksi perkara dan pihak yang telah dijerat akan dilakukan saat dilakukan upaya paksa, baik penangkapan maupun penahanan, terhadap tersangka.
KPK juga telah memanggil Lukas Enembe untuk diperiksa sebagai tersangka di Gedung KPK, Jakarta. Namun, dia tidak memenuhi panggilan dengan alasan masih sakit. Penyidik berharap Lukas Enembe dapat memenuhi panggilan berikutnya.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah memblokir atau membekukan rekening Lukas Enembe senilai Rp 71 miliar. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, pembekuan atau penghentian transaksi keuangan terkait kasus Lukas Enembe itu dilakukan terhadap 11 penyedia jasa layanan keuangan, seperti asuransi dan bank.
Mayoritas transaksi keuangan tersebut dilakukan oleh anak Lukas Enembe. Sedikitnya, 12 hasil analisis PPATK itu telah diselidiki sejak 2017 dengan beragam variasi kasus di antaranya setoran tunai dan setoran melalui pihak-pihak lain yang jumlahnya mencapai ratusan miliar rupiah.
“Sebagai contoh, salah satu hasil analisis itu adalah terkait dengan transaksi setoran tunai yang bersangkutan di kasino judi senilai 55.000.000 dolar atau Rp 560 miliar. Itu setoran tunai dilakukan dalam periode tertentu, bahkan ada dalam periode pendek. Setoran tunai itu dilakukan dengan nilai fantastis, 5.000.000 dolar,” kata Ivan Yustiavandana.
Editor: Ridwan Maulana









