Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Nusantara

Hendak Meliput Sidang Mantan Kepala BPN Jakarta, Jurnalis TV Swasta Diusir Hakim

by Ridwan Maulana
18/10/2022
Hendak Meliput Sidang Mantan Kepala BPN Jakarta, Jurnalis TV Swasta Diusir Hakim

Ilustrasi jurnalis dilarang melakukan peliputan | IST

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID – Seorang jurnalis televisi (TV) swasta mendapat perlakuan kurang menyenangkan ketika hendak meliput sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta Jaya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (18/10/2022).

Deni Hardimansyah, jurnalis lepas TV swasta yang mengalami insiden tersebut mengaku diusir oleh majelis hakim ketika sedang menjalankan kegiatan jurnalistiknya. Kejadian itu bermula ketika dia masuk ke ruang sidang Wiryono Projodikoro 2 untuk mengambil gambar suasana sidang pada pukul 10.55 WIB.

Namun, ketika hendak melakukan kegiatan peliputan, Ketua Majelis Hakim tiba-tiba menegur Deni. Si hakim meminta Deni untuk tidak mengambil gambar.

“Saya bilang ke hakim, ini kan sidang terbuka (untuk publik), bukan sidang tertutup, kenapa saya tidak boleh ambil gambar?” kata Deni menirukan ucapan yang ia sampaikan kepada hakim yang melarang pengambilan gambar.

Mendengar jawaban Deni, si hakim lalu mengatakan, “Kalau mau ambil gambar, harus izin saya dulu, tolong hormati,” kata Deni menirukan ucapan si hakim.

Deni mengaku kecewa dengan perlakuan hakim tersebut. Sebab, menurutnya, selama bertahun-tahun meliput agenda sidang di PN Jakarta Pusat, baru kali ini dia dilarang mengambil gambar dan diminta keluar dari ruang persidangan.

“Biasanya tidak perlu izin (hakim) buat ambil gambar, tapi ini kok disuruh izin,” terangnya.

Dalam persidangan tersebut jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Jaya dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Berdasar informasi yang dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, perbuatan pidana itu bermula ketika Jaya menerbitkan surat palsu atau memalsukan surat tertanggal 30 September 2019.

Kasus pidana pemalsuan surat tersebut bermula ketika seorang warga bernama Abdul Halim mengaku memiliki Akta Jual Beli (AJB) atas 5 girik dan mengaku berhak atas tanah di Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Sementara di atas tanah yang diklaim tersebut melekat 20 Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Benny Simon Tabalujan beserta turunannya berupa 38 Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama PT Salve Veritate.

Sementara belum ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (inkracht) atas sengketa pertanahan antara pihak Abdul Halim dan Benny, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi DKI Jakarta Jaya mengeluarkan putusan Nomor: 13/Pbt/BPN.31/IX/2019 pada tanggal 30 September 2019 tentang pembatalan 20 SHM atas nama Benny Simon Tabalujan beserta 38 SHGU atas nama PT Salve Veritate yang merupakan turunan SHM tersebut.

Bidang tanah yang dibatalkan lewat surat tersebut memiliki luas 77.852 meter persegi. Nilainya mencapai triliunan rupiah. Besarnya nilai tersebut menjadi perhatian Inspektorat Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN.

Setelah melakukan penelusuran, Itjen Kementerian ATR menemukan pelanggaran atas dua produk hukum yang dikeluarkan Jaya. Yakni surat pembatalan 20 SHM Benny beserta 38 SHGU turunannya dan surat penerbitan SHM atas nama Abdul Halim bernomor 04931.

Atas kesalahan prosedur itulah Jaya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pada akhir 2020, Jaya pernah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dengan dugaan kerugian senilai Rp 1,4 triliun. Kasus itu ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur.

Namun, upaya pemidanaan itu kandas lantaran PN Jakarta Timur pada 28 September 2021 secara diam-diam mengabulkan permohonan praperadilan yang diajukan Jaya dan mencabut status tersangka Jaya.

Sekarang, Jaya kembali duduk di kursi pesakitan dengan dakwaan pemalsuan dokumen. Jaya sempat mengajukan praperadilan untuk menganulir penetapan tersangkanya. Namun, praperadilan yang dia ajukan di PN Jakpus tersebut ditolak.

Penulis: Ibnu Yaman

Previous Post

Kapolri: Kapolda yang tak Mampu Kembalikan Kepercayaan Publik Dievaluasi

Next Post

Dakwaan sesuai Fakta, Kejagung: Tak Ada Celah Keberatan bagi Ferdy Sambo Cs

Related Posts

Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kriminalisasi Ike Kusumawati ke Kejagung dan Komjak
Hukum

Tempuh Banding Vonis Terdakwa Kasus Minyak Mentah, Kejagung Nilai Beberapa Poin Penuntut Umum belum Terakomodir

Kejagung Kembali Periksa Petinggi PT Pertamina Pengembangan Korupsi Minyak
Hukum

Berkas 8 Tersangka Klaster 2 Korupsi Pertamina Dilimpahkan, Riza Chalid In Absentia?

Anggap Putusan Keliru, Adam Damiri Resmi Ajukan PK Perkara ASABRI Disertai Novum
Hukum

Adam Damiri Besok Hadiri Langsung Sidang Perdana PK Kasus Asabri di PN Jakarta

Begini Respons Menteri Hadi Tjahjanto soal Mafia Tanah di Kotabaru
Hukum

Korupsi Tol MBZ, PT Acset Indonusa KSO Waskita Didakwa Terima Rp179,99 Miliar

Leave Comment

Terkini

Haul Akbar Sayyidul Aulia Syekh Ahmad At Tijani-Haul Warga Sepondokcina Dihadiri Ribuan Jamaah, Panitia Apresiasi Semua Pihak

Haul Akbar Sayyidul Aulia Syekh Ahmad At Tijani-Haul Warga Sepondokcina Dihadiri Ribuan Jamaah, Panitia Apresiasi Semua Pihak

Puluhan Pemuda Gelar Gerakan Moral #JagaIndonesia di CFD Bundaran HI

Puluhan Pemuda Gelar Gerakan Moral #JagaIndonesia di CFD Bundaran HI

Sidak Prabowo – Sudaryono ke Gudang Bulog Hapus Keraguan Soal Swasembada

Sidak Prabowo – Sudaryono ke Gudang Bulog Hapus Keraguan Soal Swasembada

Komdigi Gelar Malam Penghargaan Konektivitas Digital 2026, Apresiasi Para Penggerak Akses ke Pelosok

Komdigi Gelar Malam Penghargaan Konektivitas Digital 2026, Apresiasi Para Penggerak Akses ke Pelosok

PSI Banyak Terima Kader Partai Lain Disorot, Jamiluddin: Indikasi Kaesang Pangarep Gagal Kaderisasi

PSI Banyak Terima Kader Partai Lain Disorot, Jamiluddin: Indikasi Kaesang Pangarep Gagal Kaderisasi

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Kejari Jaksel Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif di Bank BRI

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.