HARNAS.CO.ID – Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), menuai sorotan miring.
Pasalnya, beberapa lantai tangga pada JPO itu terlihat bolong-bolong lantaran tak ada lagi pelat baja yang berfungsi sebagai alas untuk dipijak.
Pantauan Harnas.co.id di lokasi, Selasa (22/9/2026), ketiadaan pelat baja pada tangga JPO tampak di kedua akses jembatan tersebut, yakni sisi yang berbatasan langsung dengan proyek Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) arah Pasar Mayestik dan sisi sebelah Gedung Bridge Bulungan arah CSW.
Tak ayal, kondisi tersebut membuat takut warga maupun pejalan kaki yang ingin menaiki jembatan itu untuk menyeberangi Jalan Kyai Maja yang ramai dilintasi kendaraan.
“Ada saja pejalan kaki yang hendak menyeberang lewat JPO tak jadi menaiki JPO ini setelah melihat banyak alas tangganya bolong-bolong,” kata salah seorang pedagang yang biasa mangkal di sekitar JPO Kyai Maja.
Awalnya, ujar pedagang bernama Sadulloh (39) itu, pejalan kaki yang hendak menyeberang melalui JPO kerap mencoba naik hingga beberapa anak tangga. Hal ini sering dilakukan oleh mereka yang ingin menyeberang dari akses JPO Gedung Bridge Bulungan.
Selanjutnya, ucap Sadulloh, setelah sampai di bagian atas jembatan, pejalan kaki tersebut terus melintasi JPO guna menuruni anak tangga yang berbatasan dengan proyek Gedung Kejagung.
“Akan tetapi, pejalan kaki itu biasanya balik lagi urung menuruni anak tangga karena melihat anak tangganya sudah bolong tidak ada lagi pelat-nya,” tutur Sadulloh.
“Orang jadi mikir dua kali, daripada jatuh maka lebih baik turun lagi,” katanya lagi.
Menurut Sadulloh, keadaan anak tangga JPO Kyai Maja yang bolong tanpa pelat baja sudah tampak dua bulan belakangan ini. Tak hanya itu, pelat yang menutupi lantai jembatan dekat anak tangga juga tampak hilang. Ia menduga, pelat baja itu raib dicuri pihak-pihak tak bertanggung jawab.
“Dicurinya sedikit-sedikit, enggak sekaligus banyak. Kemungkinan (pencurian) terjadi malam hari,” ujar Sadulloh.
Hingga Selasa siang, kedua akses JPO Kyai Maja sudah tampak ditutup oleh papan berukuran besar. Di tengah papan itu dipasang pengumuman bertuliskan ‘Mohon Maaf JPO Ditutup akan Diperbaiki’.
Informasi dihimpun, penutupan kedua akses JPO dilakukan oleh sejumlah petugas dark instansi terkai setelah kian banyaknya awak media yang mendatangi lokasi.
Sementara, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jaksel, Rifky Rismal mengatakan, total ada 20 pelat baja yang hilang di JPO Jalan Kyai Maja.
“Untuk pelat yang hilang di sisi Bulungan ada 13, sisi Kejagung ada 7, total 20 plat yang hilang pak,” ujar Rifky.
Rugikan Masyarakat
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny mengatakan, kerusakan JPO Kyai Maja di Jalan Kyai Maja, Jaksel diduga akibat aksi vandalisme yang menyebabkan hilangnya pelat baja lantai tangga.
“Berdasarkan kondisi di lapangan, aksi tersebut diduga terjadi pada malam hari menjelang subuh,” kata Siti dalam keterangannya.
Dia menjelaskan, Dinas Bina Marga menyayangkan aksi vandalisme terhadap fasilitas publik karena dapat mengganggu pelayanan dan merugikan masyarakat. Fasilitas penyeberangan dibangun dan dipelihara untuk mendukung keselamatan serta kenyamanan mobilitas warga.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta melalui Sudin Bina Marga Kota Administrasi Jaksel melakukan inventarisasi kerusakan sekaligus memastikan kebutuhan material untuk proses perbaikan.
“Perbaikan plat baja pada lantai tangga JPO dijadwalkan mulai dilakukan pada Selasa malam, 22 September 2026, dan ditargetkan selesai pada Rabu, 23 September 2026,” ujar Siti.
Selama proses perbaikan berlangsung, kata dia, operasional JPO Kyai Maja dinonaktifkan sementara demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. JPO akan kembali dibuka setelah seluruh pekerjaan selesai dan kondisi fasilitas dinyatakan aman untuk digunakan.
“Dinas Bina Marga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas publik, khususnya infrastruktur kebinamargaan, agar tetap aman, nyaman, dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Kami juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang sudah berperan aktif menyampaikan laporan terkait infrastruktur kebinamargaan.”










