HARNAS.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) bersiap menghadapi musim pancaroba. Kesiapan ini terutama menyangkut mitigasi terhadap sejumlah bencana yang berpotensi terjadi selama berlangsungnya musim tersebut.
“Saya sudah sering mengingatkan, (misalkan) saat rapat agar memperhatikan lingkungan,” kata Wali Kota Jaksel M Anwar saat acara “Berdikusi Kota dan Wartawan (Berkawan)” di Kantor Wali Kota Jaksel, Rabu (22/4/2026).
Dia menjelaskan, salah satu yang perlu dicegah menyangkut pohon tumbang. Sebab, bencana itu dinilai berpeluang terjadi seiring kencangnya embusan angin saat musim pancaroba.
“Pohon rawan (tumbang) kalau tertiup angin luar biasa,” kata Anwar.
Mantan Wali Kota Jakarta Timur itu mengungkapkan, pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin tanpa terlebih dahulu menunggu jatuhnya korban. Oleh karena itu, dia mendorong Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jaksel memetakan pohon yang rawan tumbang.
“Pohon yang sekiranya membahayakan segera di-topping maupun ditebang,” katanya.
Selain itu, Anwar menyebut, pencegahan kebakaran juga krusial. Mengingat, kebakaran kerap terjadi saat musim pancaroba yang notabene peralihan musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya.
Menurut dia, sudah ada warga yang dilatih menjadi relawan atau kader-kader untuk memberikan edukasi maupun melakukan penanggulangan awal kebakaran. Kader-kader ini sepatutnya berperan maksimal melakukan penanggulangan apabila kebakaran terjadi.
“Apa yang harus dilakukan, tidak hanya menunggu (petugas) pemadam (kebakaran datang, jadi antisipasi awal supaya tidak membesar,” ujar Anwar.
Lebih lanjut, pria yang juga pernah menjabat Camat Cempaka Putih itu memastikan, Pemkot Jaksel siaga dan telah melakukan berbagai langkah antisipatif lainya seiring masuknya musim pancaroba. Langkah ini antara lain berupa melalui edukasi kepada masyarakat, perawatan infrastruktur, dan pengelolaan drainase.
“Kesiapsiagaan merupakan hal penting yang perlu disiapkan sebagai langkah mitigasi dampak musim pancaroba,” ucap Anwar menegaskan.
Ia pun menekankan agar kesiapsiagaan itu harus didukung dengan kolaborasi dengan pihak lainnya seperti media.
Peran media, kata Anwar meyakini, menjadi elemen penting dalam mendukung kinerja pemerintah guna menyampaikan berbagai program dan tindakan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Tanpa ragu, ia mengibaratkan peran media tak ubahnya garam dalam masakan.
“Tidak terlihat, tetapi sangat menentukan rasa. Media punya kekuatan besar dalam mengemas informasi menjadi sesuatu yang mudah diterima masyarakat,” ujar Anwar.
Oleh karena itu, Anwar tak menampik kolaborasi yang terjalin antara Pemkot Jaksel dan Wartawan Jakarta Selatan (WJS) selama ini perlu terus diperkuat lantaran telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Hal ini terutama menyangkut penyebaran informasi secara cepat, akurat, dan mudah dipahami.
“Rekan-rekan wartawan membantu menyebarkan informasi secara aktual dan akurat. Masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar tanpa adanya tambahan isu-isu negatif,” kata Anwar menambahkan.
Merespons hal itu, Ketua WJS Roebin Tarigan berharap sinergi yang telah terjalin bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Dia memandang, kolaborasi positif antara Pemkot Jaksel dan WJS akan berdampak langsung pada kualitas informasi yang diterima masyarakat menyangkut mitigasi bencana pada musim pancaroba maupun berbagai kebijakan lainnya.
“Semoga kolaborasi antara Pemkot Jaksel dan WJS terus berjalan baik agar kami secara berkelanjutan memberikan pelayanan informasi yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat kepada masyarakat luas,” kata Roebin menambahkan.










