HARNAS.CO.ID – Pemerintah memproyeksikan sekitar 143,9 juta pergerakan masyarakat selama periode Mudik Lebaran 2026 merujuk survei Kementerian Perhubungan.
Tingginya mobilitas tersebut menegaskan pentingnya kesiapan layanan di seluruh moda transportasi, termasuk penyeberangan laut, guna menjaga kelancaran arus, stabilitas distribusi, serta kenyamanan perjalanan masyarakat.
Guna menjawab tantangan itu, OT Group menjalin kemitraan strategis dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk memperkuat layanan di empat pelabuhan utama dengan volume penumpang tertinggi saat musim mudik.
Keempat pelabuhan yaitu Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Gilimanuk, dan Pelabuhan Ketapang.
Melalui kerja sama ini, OT Group memastikan ketersediaan berbagai produk kebutuhan perjalanan yang dapat diakses dengan mudah oleh para pemudik. Mulai dari camilan, minuman siap konsumsi dan air minum dalam kemasan. Produk OT Group seperti Tango, Teh Gelas, Crystalin, dan Formula tersedia di area pelabuhan, tenant, serta layanan di atas kapal penyeberangan.
Lonjakan mobilitas selama periode Lebaran kerap diikuti peningkatan kebutuhan konsumsi di area transit. Oleh karena itu, OT Group juga memastikan produk-produk tersebut tersedia dengan harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) guna menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat selama perjalanan mudik.
CEO FMCG OT Group, Donny menegaskan, kolaborasi ini bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung penguatan ekosistem layanan publik.
“Mudik adalah momentum sosial terbesar di Indonesia. Kami melihatnya bukan hanya sebagai peak season distribusi, tetapi sebagai tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses produk yang terjangkau, resmi, dan mudah dijangkau di titik-titik perjalanan krusial,” kata Donny melalui keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).
Dia menjelaskan, dalam periode dengan lonjakan permintaan tinggi, aspek availability dan price stability menjadi sangat penting.
“Melalui kerja sama ini, kami memastikan rantai pasok berjalan optimal sehingga pemudik tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun potensi lonjakan harga,” ujar Donny.
Sementara itu, Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Nana Sutisna menyampaikan, kolaborasi ini bagian dari upaya ASDP dalam memperkuat ekosistem layanan penyeberangan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada pelanggan, khususnya dalam menghadapi periode puncak mobilitas seperti mudik Lebaran.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa penyeberangan. Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, ASDP terus berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan berkesan bagi masyarakat,” ucap Nana memaparkan.
Kolaborasi itu juga menghadirkan pendekatan layanan yang lebih terintegrasi melalui berbagai aktivasi di gedung penumpang dan lounge, optimalisasi layanan di atas kapal, hingga penyediaan produk-produk yang relevan dengan kebutuhan perjalanan jarak jauh.
Kehadiran produk OT Group di empat pelabuhan utama tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi para pemudik untuk mendapatkan kebutuhan konsumsi dan kebersihan selama perjalanan.
Kerja sama ini sekaligus menandai penguatan strategi pengembangan bisnis OT Group berbasis ekosistem transportasi nasional, setelah sebelumnya menjalin kolaborasi di sektor penerbangan bersama Garuda Indonesia.
Menguatkan komitmen tersebut, kerja sama ini mencerminkan pergeseran strategi OT Group dari sekadar distribusi produk menjadi integrasi aktif dalam ekosistem perjalanan nasional. Dengan konsentrasi pergerakan penumpang yang tinggi di simpul-simpul penyeberangan utama, perusahaan melihat pentingnya kehadiran yang lebih relevan di titik mobilitas masyarakat, khususnya pada momen mudik yang sarat makna sosial dan emosional.
“Kami percaya perusahaan tidak hanya hadir di keseharian, tetapi juga di momen-momen penting nasional. Momen mudik adalah simbol kebersamaan dan harapan. Karena itu, OT Group ingin menjadi bagian dari perjalanan tersebut dengan memastikan akses produk yang terjangkau dan terpercaya tetap tersedia di setiap titik mobilitas utama,” ujar Donny menambahkan.
Melalui sinergi ini, arus mudik 2026 diharapkan tidak hanya berjalan lancar dari sisi operasional transportasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih terjamin, nyaman, dan terjangkau bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Sejak 1948
Orang Tua Group (OT) merupakan perusahaan consumer goods terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak 1948. Berawal dari produksi minuman kesehatan tradisional dengan bahan dan proses terstandar berkualitas tinggi, OT terus berkembang menjadi perusahaan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai positif dan luhur yang dicetuskan oleh para pendirinya.
Beragam produk OT telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia, di antaranya Formula, Tango Wafer, Tango Waffle, Tango Walut, Tango Brownies Crispy, Fullo, Imperial Creme, Blastoz, Cannon Ball, Roppang, MintZ, Blaster, Fruzz, Oops, Fugu, Kiranti, Jagak, Teh Gelas, Crystalin, Vita Jelly, Susu Tango Kido, dan Kopi Naga.
Produk-produk tersebut didistribusikan secara nasional melalui jaringan PT Arta Boga Cemerlang dan telah menjangkau pasar tradisional maupun modern di seluruh Indonesia, bahkan hadir di mancanegara.
Dengan semangat inovasi dan komitmen menghadirkan kualitas terbaik, OT terus bertransformasi menjadi perusahaan produk bermerek pilihan utama konsumen serta berkontribusi bagi pertumbuhan industri consumer goods Indonesia.
Sementara, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) merupakan BUMN yang bergerak di bidang jasa transportasi penyeberangan dan pengelolaan pelabuhan. BUMN ini mengoperasikan 37 pelabuhan penyeberangan, lebih dari 220 kapal, serta melayani ratusan lintasan di seluruh Indonesia.










