HARNAS.CO.ID – Kerangka diduga kuat Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah asal Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel) ditemukan di sekitar Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kecamatan Tenjo, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/11/2025) malam. Alvaro rupanya dibunuh oleh ayah tirinya berinisial AI (49) setelah diculik pada awal Maret 2025 lalu.
Terungkap, pria paruh baya itu sendiri memilih bunuh diri setelah ditangkap dan ditetapkan tersangka pelaku penculikan dan pembunuhan Alvaro oleh polisi.
“Tersangka (AI) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruangan konseling,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto kepada awak media di Mapolres Metro Jaksel, Senin (24/11/2025) malam.
Dia menjelaskan, AI menjalani pemeriksaan di ruang konseling Polres Metro Jaksel. Hal ini dilakukan polisi setelah menangkap AI dari rumahnya di kawasan Tangerang, Jumat (21/11/2025) malam. Polisi lalu menetapkannya sebagai tersangka penculikan dan pembunuhan Alvaro.
“Saat proses pemeriksaan itu sampai dengan Minggu (23/11/2025) dini hari. Jadi, yang bersangkutan dititipkan di ruangan konseling,” ujar Bhudi.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, AI dititipkan di ruangan konseling lantaran sudah berstatus tersangka dan akan menjalani pemeriksaan medis pada Minggu pagi.
“Apakah tersangka ini memiliki penyakit bawaan ataupun penyakit menular sehingga belum bisa dijadikan satu dengan tahanan lainnya,” ucap Bhudi.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Ardian Satrio Utama mengatakan, AI gantung diri menggunakan celana yang dikenakannya.
“Jadi, pada pukul 6.00 pagi hari Minggu, tersangka ini izin untuk ke toilet. Jadi seolah dia sudah buang air di celana. Pertama, dia menggunakan celana pendek yang diberi oleh penyidik. Karena tidak boleh menggunakan celana panjang. Karena celana pendek itu kotor, dia minta untuk diganti dengan celana panjang,” kata Ardian.
Adapun pihak yang mendapati pelaku sudah gantung diri yaitu saksi kunci berinisial G yang juga sedang berada di Mapolres Metro Jaksel.
“Pada saat di ruangan konseling, berkisar dari pukul 6.30 sampa 8.00 atau pukul 9.00 pagi, ditemukan oleh rekannya tadi, yaitu inisial G, dilihat dari pintu ada bilah kaca di tengah. (Saksi kunci G) melihat tersangka sudah dalam posisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri,” ujar Ardian menambahkan.









