HARNAS.CO.ID — Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa setiap negara Arab maupun Eropa yang mengusir duta besar Israel dan Amerika Serikat dari wilayahnya akan memperoleh otoritas penuh dan kebebasan untuk melintasi Selat Hormuz mulai hari ini, Selasa (10/3/2026).
Ini menjadi syarat mutlak bagi negara-negara yang ingin kapal tanker minyaknya bisa melintas dengan aman. IGRC menyatakan, setiap negara-negara yang bekepentingan dengan kapal-kapal pengangkut minyak bisa bebas melintas jika duta besar Israel dan Amerika diusir dari negara mereka.
Berdasarkan laporan stasiun televisi Iran, IRIB, IRGC menyebut negara-negara Arab maupun Eropa punya “hak dan kebebasan penuh” untuk melintasi jalur perairan strategis tersebut apabila memutuskan hubungan diplomatik dengan AS-Israel.
Sebagai infomasi, Iran telah menutup Selat Hormuz sejak diserang AS-Israel pada 28 Februari lalu. Jalur sempit selebar 33 kilometer ini bertanggung jawab atas lalu lintas 20 persen minyak mentah dunia dan gas alam cair (LNG).
Kapal-kapal tanker berbagai negara saat ini mandek karena IRGC mengancam akan menyerang kapal apa pun yang berani melintas, kecuali punya China dan Rusia sekutunya.
Penutupan Selat Hormuz, serta eskalasi perang belakangan, telah mendorong harga minyak dunia meroket hingga mencapai level tertinggi sejak Juli 2022 pada Senin (9/3/2026).
Minyak dunia kemarin tembus US$119 per barel. Menurut laporan rauters, Iran saat ini juga berencana memungut “bea masuk keamanan” di Teluk Persia bagi kapal-kapal tanker dan komersial milik AS, Israel, dan sekutunya.
Sumber Iran yang mengetahui rencana tersebut mengatakan ini merupakan salah satu strategi agar Trump cepat tunduk pada Iran dan berhenti menggempur Teheran.
“Kami memegang kendali atas harga minyak dunia dan untuk waktu yang lama AS harus menunggu tindakan kami untuk mengendalikan harga. Harga energi sudah tidak stabil dan kami akan terus berjuang sampai Trump menyatakan kekalahan,” tegas otoritas Teheran.










