Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Politik

Golkar Dinilai Tak Perlu Ngotot Wujudkan Koalisi Permanen, Pengamat Beberkan Alasannya

by Aria Triyudha
15/02/2026
Golkar Dinilai Tak Perlu Ngotot Wujudkan Koalisi Permanen, Pengamat Beberkan Alasannya

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga. (Foto: Tangkan Layar/ Instagram)

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID – Partai Golkar dinilai tak perlu ngotot mendorong koalisi pemerintahan Prabowo Subianto menjadi permanen. Pasalnya, koalisi permanen pada prinsipnya tidak sesuai dengan demokrasi, khususnya sistem presidensial yang multipartai.

“Di sini umumnya koalisi cair, di mana partai-partai sering berganti mitra koalisi,” kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, Minggu (15/2/2026).

Jamiluddin mengemukakan hal itu seiring pernyataan Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji yang kembali melontarkan dorongan agar koalisi pemerintahan Prabowo Subianto menjadi permanen.

Menurut Jamiluddin, dorongan tersebut sejatinya sudah pernah dilontarkan imbas Golkar, tetapi kurang mendapat atensi dari partai lain di koalisi pemerintah.

“Karena itu, Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji kembali mendengungkan hal itu (usulan koalisi permanen),” ujar Jamiluddin.

Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu memandang rendahnya atensi dari partai lain tampaknya memang logis. Sebab, praktis tidak ditemukan koalisi permanen di negara demokrasi, terutama yang menganut sistem presidensial multipartai. Umumnya koalisi bersifat cair dan berubah mengikuti hasil pemilu.

“Memang ada negara yang menganut sistem parlementer, seperti Jerman, yang membentuk koalisi dalam jangka panjang karena kesamaan ideologi. Namun tetap saja bisa berubah jika konstelasi politik berubah,” kata Jamiluddin menerangkan.

Oleh karena itu, koalisi berbasis ideologi, terutama dalam negara sistem parlementer, memang ditemukan memiliki mitra koalisi yang sama dalam waktu lama. Akan tetapi, ucap Jamiluddin melanjutkan, tetap saja koalisi tersebut tidak bisa disebut permanen.

Jika dikaitkan dengan Indonesia, Jamiluddin mengatakan, koalisi permanen sulit diwujudkan karena perbedaan kepentingan dan ideologi. Karena itu wajar saja saat Joko Widodo (Jokowi) berkuasa, PDIP menjadi pemimpin koalisi. Namun, kala Prabowo berkuasa, PDIP berada di luar, koalisi beralih dipimpin Gerindra.

“Selain itu, ide membentuk koalisi permanen juga bertujuan untuk memperkuat eksekutif, bukan legislatif. Hal ini sangat berbahaya karena dapat melemahkan legislatif dan berpotensi hanya menjadi lembaga stempel,” katanya.

Jamiluddin mengungkapkan, indikasi ke arah itu sudah terlihat saat Jokowi berkuasa. RUU IKN dan RUU Cipta Kerja misalnya, begitu mudahnya disahkan di DPR RI. Tidak ada suara kritis dari legislatif, meskipun hasil survei berbeda dengan semangat UU tersebut. Padahal, belum ada koalisi permanen.

“Sehingga, koalisi permanen berpotensi memunculkan otoritarianisme terselubung. Dalam situasi demikian, eksekutif akan dengan mudah meredam suara kritis dari legislatif dan yudikatif, bahkan masyarakat,” ucap Jamiluddin mengingatkan.

Sebab, hal semacam itu dengan sendirinya menumpulkan checks and balances. Padahal, checks and balances sangat urgen dalam negara demokrasi untuk mencegah pemusatan kekuasaan pada satu lembaga, khususnya eksekutif.

Dengan begitu, Jamiluddin menegaskan, checks and balances tidak boleh dikebiri, termasuk melalui koalisi permanen. Sebab sistem ini lebih dapat memastikan eksekutif, legislatif, dan yudikatif saling mengontrol agar pemerintahan tetap berjalan sesuai konstitusi, menciptakan stabilitas politik, dan melindungi hak-hak rakyat.

“Jadi, Golkar sebaiknya tak perlu ngotot untuk mewujudkan koalisi permanen. Itu pun kalau Golkar memang mencintai demokrasi dan tetap menginginkan demokrasi tetap bersemi di negeri tercinta.”

Previous Post

Kompol Seala Syah Resmi Sandang Gelar Doktor Usai Wisuda di UI, Titip Pesan soal Motivasi Pendidikan

Next Post

Temui Sekjen PBB, Menlu Sugiono Blak-blakan Langkah Indonesia Gabung Board of Peace

Related Posts

PSI Banyak Terima Kader Partai Lain Disorot, Jamiluddin: Indikasi Kaesang Pangarep Gagal Kaderisasi
Politik

Sinyal Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI Kian Menguat, Pengamat Nilai Sangat Berisiko

Nyatakan Siap Turun Gunung, Jokowi Dinilai Punya Dua Motif Politik
Politik

Nyatakan Siap Turun Gunung, Jokowi Dinilai Punya Dua Motif Politik

Momen Hari Buruh, Prabowo Targetkan 1 Juta Rumah Pekerja hingga Bangun Kota Baru
Ekonomi

Momen Hari Buruh, Prabowo Targetkan 1 Juta Rumah Pekerja hingga Bangun Kota Baru

Cegah Korupsi, Baleg Dorong Dua Aspek Krusial dalam UU Parpol Direvisi
Politik

Cegah Korupsi, Baleg Dorong Dua Aspek Krusial dalam UU Parpol Direvisi

Leave Comment

Terkini

PSI Banyak Terima Kader Partai Lain Disorot, Jamiluddin: Indikasi Kaesang Pangarep Gagal Kaderisasi

Sinyal Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI Kian Menguat, Pengamat Nilai Sangat Berisiko

Komunitas Honda Big BOS Jelajahi 3 Negara, Menempuh 3.770 Kilometer, dan Merajut Persaudaraan di Pulau Borneo

Komunitas Honda Big BOS Jelajahi 3 Negara, Menempuh 3.770 Kilometer, dan Merajut Persaudaraan di Pulau Borneo

IUP Dibekukan, PT MKU Gugat Praperadilan PT BBDM

IUP Dibekukan, PT MKU Gugat Praperadilan PT BBDM

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp 91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp 91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC

Langsung Ditahan, Kejagung Tetapkan Vendor Motor Listrik SPPG Tersangka Korupsi MBG

Langsung Ditahan, Kejagung Tetapkan Vendor Motor Listrik SPPG Tersangka Korupsi MBG

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    143 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Kejari Jaksel Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif di Bank BRI

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.