HARNAS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan banjir yang merendam sejumlah wilayah di Bali mulai surut. Kondisinya pun perlahan terkendali.
“Pantauan tim di lapangan, secara umum banjir yang terjadi telah surut. Fokus utama tim di saat ini adalah dalam pencarian korban yang masih hilang,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kamis (11/9/2025) malam.
Suharyanto yang berada di Bali sejak Rabu (9/11/2025) juga sudah memantau situasi kondisi secara langsung, antara lain meninjau dua lokasi pos pengungsian warga terdampak banjir di Kota Denpasar.
Lebih lanjut, Suharyanto menyebut, tim yang terdiri dari personel gabungan juga menyedot genangan air di basement Pasar Badung dan beberapa titik lainnya.
“Pasar Badung airnya disedot terus menggunakan pompa, kami juga datangkan pompa dari luar Bali untuk mempercepat proses tersebut,” katanya.
Suharyanto menyebut, awalnya status tanggap darurat diusulkan 14 hari, namun dipercepat menjadi 7 hari.
“Kondisi di Bali pascabanjir, sudah mulai normal dan terkendali,” ujar dia.
Sebelumnya, BNPB menyebut, korban tewas imbas banjir di Bali sebanyak 16 orang. Sementara, satu warga dilaporkan masih hilang.
“Merujuk laporan yang dihimpun hingga pukul 17.00 Wita,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan
BNPB Abdul Muhari, Kamis kemarin.
Dia menjelaskan, bertambahnya korban tewas itu setelah tim gabungan menemukan satu orang warga meninggal.
Lebih lanjut, Muhari menyebut, 16 korban tewas itu secara keseluruhan tersebar di sejumlah wilayah Bali yang terdampak banjir.
“(Sebanyak) 10 korban di Kota Denpasar, 2 korban di Kabupaten Jembrana, 3 korban di Kabupaten Gianyar, dan 1 korban di Kabupaten Badung,” kata Muhari.










