HARNAS.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta kementerian dan lembaga terkait meningkatkan koordinasi dalam memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Langkah ini krusial untuk mengantisipasi lonjakan harga karena permintaan tinggi selama Ramadan.
“Saya berharap bapak/ibu sekalian untuk konsolidasi lagi, terutama tim TPID dan teman-teman dari kementerian dan lembaga. Untuk konsolidasi lagi, kita mulai berhitung mempersiapkan sampai dengan Hari Raya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir dikutip Selasa (11/2/2025).
Tomsi mengemukakan hal itu saat memimpin rapat koordinasi pengendalian inflasi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin kemarinm
Dia mengingatkan, inflasi pada bulan Ramadan biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan periode Lebaran. Oleh karena itu, Tomsi mewanti-wanti langkah konkret berdasarkan situasi terkini agar kenaikan harga dapat diantisipasi lebih awal.
“Kami berharap betul untuk ada langkah-langkah yang konkret dengan membaca situasi yang terkini untuk bisa nantinya dilaksanakan,” ujar Tomsi menegaskan.
Selain itu, Tomsi memaparkan, pengendalian inflasi harus dilakukan secara proaktif, terutama untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga setiap tahun. TPID diminta mengambil langkah konkret sebelum harga naik agar pengendalian inflasi semakin efektif di tahun-tahun mendatang.
Sementara, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, inflasi selama Ramadan memang cenderung lebih tinggi dibandingkan saat Lebaran. Lonjakan permintaan, khususnya pada kelompok makanan dan minuman menjadi faktor utama penyebab inflasi.
“Kalau belajar dari tahun lalu, pada saat awal Ramadan di bulan Maret 2024, terjadi inflasi makanan minuman dan tembakau sebesar 0,41 persen, tetapi kemudian di bulan April setelah Lebaran, tekanan inflasinya berkurang,” kata Amalia.
Ia turut menyampaikan beberapa komoditas utama yang perlu diwaspadai seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih. Pasalnya, komoditas tersebut mengalami kenaikan harga signifikan pada Ramadan tahun sebelumnya.
“Lebaran itu biasanya relatif lebih rendah dibandingkan dengan saat puasa (Ramadan), karena di puasa itu relatif lebih besar demand-nya,” kata Amalia menambahkan. (dha)










