HARNAS.CO.ID – Marjuki, salah satu petugas keamanan Kompleks Polri Duren Tiga mengaku mendengar suara ledakan di hari Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tewas dibunuh di rumah dinas Ferdy Sambo.
Marjuki mengaku mendengar suara ledakan seperti petasan pada 8 Juli 2022 sore hari. Marjuki menyebut jarak antaran pos sekuriti dengan rumah dinas Ferdy Sambo hanya 20 meter.
Awalnya, jaksa penuntut umum bertanya kepada Marjuki apakah saat dirinya bertugas mendengar suara tembakan. Marjuki mengaku mendengarnya namun tak tahu jika itu suara tembakan.
“Kalau untuk mendengar dari arahnya, kita tidak mendengar, cuma waktu itu saya mendengar suara kayak petasan,” ujar Marjuki dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (26/10/2022).
Marjuki mendengar suara seperti petasan itu sebanyak tiga kali. Dirinya mengaku saat itu tengah berada di pos sekuriti.
“Kalau untuk pastinya saya kurang tahu, mungkin sekitar 3 kali. Saya lagi di pos satpam,” kata dia.
Editor: Ridwan Maulana










