HARNAS.CO.ID – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) ditutup sementara. Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, langkah itu ditempuh seiring perbaikan usai hilangnya 20 titik pelat baja di JPO tersebut.
“Selama proses perbaikan berlangsung, operasional JPO Kyai Maja dinonaktifkan sementara demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. JPO akan kembali dibuka setelah seluruh pekerjaan selesai dan kondisi fasilitas dinyatakan aman untuk digunakan,” kata Siti melalui keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).
Dia menjelaskan, perbaikan plat baja pada lantai tangga JPO Kyai Maja dijadwalkan mulai berlangsung Selasa malam dan ditargetkan selesai pada Rabu (23/9/2026).
Lebih lanjut, Siti mengungkapkan, hilangnya 20 pelat baja lantai tangga JPO Kyai Maja Jaksel diduga imbas aksi vandalisme.
“Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, ditemukan sebanyak 20 titik plat baja yang hilang. Berdasarkan kondisi di lapangan, aksi tersebut diduga terjadi pada malam hari menjelang subuh,” ujar Siti.
Sebelumnya, JPO Kyai Maja disebut dalam kondisi baik dan telah mendapatkan pemeliharaan besar pada akhir 2024. Pekerjaan tersebut meliputi penggantian seluruh lantai JPO, penggantian atap, serta pengecatan ulang.
Oleh karena itu, Siti menegaskan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyayangkan aksi vandalisme terhadap fasilitas publik karena dapat mengganggu pelayanan dan merugikan masyarakat. Mengingat, fasilitas penyeberangan dibangun dan dipelihara untuk mendukung keselamatan serta kenyamanan mobilitas warga.
“Dinas Bina Marga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas publik, khususnya infrastruktur kebinamargaan, agar tetap aman, nyaman, dan dapat digunakan sebagaimana mestinya,” ujar Siti.
Dia menambahkan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah berperan aktif menyampaikan laporan terkait infrastruktur kebinamargaan.
Diketahui, Kondisi JPO di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), menuai sorotan miring.
Pasalnya, beberapa lantai tangga pada JPO itu terlihat bolong-bolong lantaran tak ada lagi pelat baja yang berfungsi sebagai alas untuk dipijak.
Pantauan Harnas.co.id di lokasi, Selasa (22/9/2026), ketiadaan pelat baja pada tangga JPO tampak di kedua akses jembatan tersebut, yakni sisi yang berbatasan langsung dengan proyek Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) arah Pasar Mayestik dan sisi sebelah Gedung Bridge Bulungan arah CSW.
Tak ayal, kondisi tersebut membuat takut warga maupun pejalan kaki yang ingin menaiki jembatan itu untuk menyeberangi Jalan Kyai Maja yang ramai dilintasi kendaraan.
“Ada saja pejalan kaki yang hendak menyeberang lewat JPO tak jadi menaiki JPO ini setelah melihat banyak alas tangganya bolong-bolong,” kata salah seorang pedagang yang biasa mangkal di sekitar JPO Kyai Maja.
Awalnya, ujar pedagang bernama Sadulloh itu, pejalan kaki yang hendak menyeberang melalui JPO kerap mencoba naik hingga beberapa anak tangga. Hal ini sering dilakukan oleh mereka yang ingin menyeberang dari akses JPO Gedung Bridge Bulungan.
Selanjutnya, ucap Sadulloh, setelah sampai di bagian atas jembatan, pejalan kaki tersebut terus melintasi JPO guna menuruni anak tangga yang berbatasan dengan proyek Gedung Kejagung.
“Akan tetapi, pejalan kaki itu biasanya balik lagi urung menuruni anak tangga karena melihat anak tangganya sudah bolong tidak ada lagi pelat-nya,” tutur Sadulloh.
“Orang jadi mikir dua kali, daripada jatuh maka lebih baik turun lagi,” katanya lagi.
Menurut Sadulloh, keadaan anak tangga JPO Kyai Maja yang bolong tanpa pelat baja sudah tampak dua bulan belakangan ini. Tak hanya itu, pelat yang menutupo lantai jembatan dekat anak tangga juga tampak hilang. Ia menduga, pelat baja itu raib dicuri pihak-pihak tak bertanggung jawab.
“Dicurinya sedikit-sedikit, enggak sekaligus banyak. Kemungkinan (pencurian) terjadi malam hari,” ujar Sadulloh.
Hingga Selasa siang, kedua akses JPO Kyai Maja sudah tampak ditutup oleh papan berukuran besar. Di tengah papan itu dipasang pengumuman bertuliskan ‘Mohon Maaf JPO Ditutup akan Diperbaiki’.
Informasi dihimpun, penutupan kedua akses JPO dilakukan oleh sejumlah petugas dari instansi terkait setelah kian banyaknya awak media yang mendatangi lokasi. Selain itu, perbaikan terhadap JPO tersebut juga segera dilakukan.










