HARNAS.CO.ID – Parkir liar di kawasan Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) kembali disorot warga. Sorotan ini mencuat dari video kiriman warga yang direkam pada Selasa (8/9/2026) sore, memperlihatkan masih adanya kendaraan parkir di sekitar kawasan tersebut.
Kondisi itu patut disesalkan lantaran jajaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebelumnya sudah menggencarkan penertiban parkir liar di sejumlah wilayah Ibu Kota.
Alhasil, warga pun mempertanyakan konsistensi pengawasan di lapangan. Sebab, terkait parkir liar di kawasan Jalan Barito, tak tampak petugas melakukan penertiban di lokasi saat kondisi tersebut berlangsung.
Dengan begitu, tanda tanya besar kembali menggelayut di benak warga apakah penertiban yang dilakukan hanya bersifat sementara atau benar-benar menjadi bagian dari pengawasan berkelanjutan.
Dalam hal ini, sorotan tak hanya diarahkan kepada jajaran Dinas Perhubungan. Sebab, kinerja dan fungsi pengawasan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta juga mulai dipertanyakan warga Jaksel, khususnya menyangkut konsistensi pelaksanaan kebijakan penertiban parkir.
Atas dasar itu, masyarakat berharap koordinasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Dinas Perhubungan, serta jajaran kewilayahan tidak berhenti pada kegiatan penertiban sesaat. Namun, pengawasan dinilai harus dilakukan secara rutin agar persoalan yang sama tidak kembali terulang.
“Kalau memang serius memberantas parkir liar, jangan hanya ditertibkan ketika ada operasi. Setelah itu harus ada pengawasan. Kalau kembali lagi, masyarakat tentu bertanya sejauh mana pengawasannya,” kata Yanto, salah seorang warga setempat.
Tak hanya itu, warga turut meminta Pemprov DKI memastikan penindakan secara adil dan konsisten. Dengan kata lain, jangan sampai muncul kesan ada lokasi tertentu yang ditertibkan secara ketat, sementara titik lainnya luput dari pengawasan.
Permasalahan parkir liar di kawasan Jalan Barito kini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemprov DKI Jakarta. Masyarakat pun menunggu langkah konkret, bukan sekadar operasi penertiban bersifat sementara.
Video yang beredar merupakan dokumentasi kiriman warga dan menggambarkan situasi pada saat direkam. Konfirmasi dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Sekda DKI Jakarta diperlukan untuk menjelaskan kondisi serta pola pengawasan di kawasan itu.










