HARNAS.CO.ID – Sebuah lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang sebelumnya kurang produktif kini berubah menjadi ruang interaksi warga. Di lingkungan RT 08 RW 15, Duren Jaya, Bekasi Timur, warga membangun saung, kolam terapi ikan hingga kebun kecil yang kini dimanfaatkan masyarakat.
Gagasan pembangunan tersebut berawal dari aspirasi warga yang aktif dalam kegiatan lingkungan dan keamanan wilayah. Aspirasi itu kemudian ditampung oleh pengurus RT untuk mencari cara agar lahan yang sebelumnya kerap menjadi tempat pembuangan sampah bisa memiliki manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Ketua RT 08 RW 15 Duren Jaya Revi Diansyah mengatakan, pembangunan saung pada awalnya menjadi permintaan warga. Namun, pengurus menilai keberadaan saung saja belum cukup untuk membuat fasilitas tersebut benar-benar hidup dan bermanfaat.
Berawal dari Aspirasi Warga dan Lahan yang Kerap Jadi Tempat Sampah
Revi menjelaskan pengurus lingkungan menerima masukan warga terkait pembangunan saung. Namun, setelah dibahas, muncul gagasan untuk mengembangkan kawasan tersebut dengan fasilitas pendukung lainnya.
“Pembangunan saung pertama kali diminta oleh seorang warga yang aktif di lingkungan, terutama di keamanan wilayah Bekasi Timur. Kami sebagai pengurus menampung aspirasi atau masukan dari warga,” ujarnya.
Menurut dia, apabila hanya membangun saung, manfaatnya dikhawatirkan tidak akan maksimal. Karena itu, pengurus kemudian membuat kolam ikan sebagai fasilitas pendamping.
“Cuma kalau memang dibangun, hanya dibangun saung saja, tentunya fungsinya akan kurang terasa. Setelah itu dibuatkan pendampingnya, yaitu kolam ikan yang diisi oleh ikan terapi,” katanya.
Sebelum kawasan tersebut ditata, lokasi itu disebut kerap menjadi tempat warga membuang sampah. Untuk mencegah kebiasaan tersebut terus berlanjut, pengurus kemudian berinisiatif memanfaatkan lahan dengan membangun kolam ikan menggunakan terpal.
Area yang masih tersedia juga dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman. Cabai, tomat dan kacang panjang menjadi bagian dari kebun kecil yang melengkapi kawasan tersebut.
Dengan demikian, lahan yang sebelumnya kurang produktif secara perlahan berubah menjadi ruang yang tidak hanya memiliki fungsi lingkungan, tetapi juga menjadi tempat warga berkumpul.
Dana Bekasi Keren dan Swadaya Warga
Pembangunan fasilitas tersebut mendapat dukungan dari warga dan terutama pengurus RW. Revi menambahkan pembangunan juga menggunakan anggaran pemerintah daerah melalui program Bekasi Keren, yang dialokasikan kepada lingkungan melalui RW untuk kemudian didistribusikan ke RT-RT.
Menurut Revidiansyah, RT 08 memperoleh bagian anggaran tersebut dan menggunakannya untuk merealisasikan gagasan pembangunan fasilitas lingkungan.
Di tempat sama, Ketua RW 15 Duren Jaya, Argo Nuswantoro mengatakan gagasan yang dibangun pengurus RT 08 patut diapresiasi karena mampu mengubah fasilitas umum dan fasilitas sosial yang sebelumnya kurang produktif menjadi tempat yang lebih bermanfaat.
“Intinya, Ketua RT 08 RW 15 Duren Jaya, Pak Revi bersama pengurus mempunyai gagasan yang sangat baik memanfaatkan fasum dan fasos yang kurang produktif menjadi produktif,” kata Argo.
Ia menjelaskan program tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Kota Bekasi melalui program anggaran Bekasi Keren Tahun Anggaran 2026.
“Dengan bantuan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi melalui program anggaran Bekasi Keren TA 2026, melalui RW bisa menyalurkan distribusi anggaran ke setiap RT. Kebetulan di RT 08 gagasan ini bisa terwujud,” ujarnya.
Pembangunan tersebut meliputi pembuatan gazebo atau saung, kolam terapi ikan, serta kolam ikan nila yang didukung melalui swadaya warga.
Menurut dia, manfaat fasilitas tersebut tidak hanya dirasakan warga RT 08. Sejumlah warga dari wilayah RW 15 , bahkan dari RW 13 dan RW 14 Duren Jaya, juga mulai datang dan memanfaatkan fasilitas tersebut.
Dukungan warga juga terus tumbuh. Mulai dari bantuan untuk kolam ikan terapi hingga keterlibatan warga dalam menjaga dan merawat fasilitas lingkungan.
“Manfaatnya mulai dirasakan warga RT 08, pada umumnya warga RW 15 Duren Jaya, bahkan sampai RW 13 dan RW 14,” ujarnya.
Lebih dari sekadar saung atau kolam ikan, keberadaan fasilitas tersebut kini mulai menjadi ruang pertemuan masyarakat. Anak-anak, remaja, bapak-bapak hingga ibu-ibu dapat berinteraksi dan memanfaatkan kawasan yang sebelumnya kurang produktif.
Ketua RW menilai perubahan tersebut telah menumbuhkan rasa memiliki di tengah masyarakat.
“Interaksi warga, dari anak-anak kecil, remaja, bapak-bapak dan ibu-ibu mulai memanfaatkan sarana yang digagas oleh Ketua RT 08 RW 15 Duren Jaya, Bekasi Timur, Jawa Barat. Ini patut kita apresiasi,” katanya.










