HARNAS.CO.ID – Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Anti Korupsi (GPM-AK) berunjuk rasa di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Mereka mendesak Kortastipikor Polri mengusut tuntas dugaan korupsi besar yang melibatkan penimbunan emas dan dolar oleh Jampidsus Kejagung Febrie Ardiansyah.
Massa aksi membawa berbagai spanduk dan poster yang menyuarakan tuntutan mereka. Salah satu poster mereka menyuarakan dukungan kepada institusi TNI agar tetap berpihak pada rakyat, dengan membawa poster bertuliskan ‘TNI MILIK RAKYAT, JANGAN JAGAIN PENEGAK HUKUM MALING’.
Massa juga dengan tegas menolak adanya campur tangan militer dalam proses penegakan hukum, seperti yang terlihat pada spanduk besar bertuliskan ‘TOLAK INTERVENSI MILITER DALAM PENEGAKAN HUKUM’.
“Jangan ada intervensi dari pihak manapun, menghalang-halangi penyidikan terhadap sosok Febrie Ardiansyah, Jampidsus Kejaksaan Agung,” ujar salah satu peserta aksi Amri.
Massa aksi bahkan turut menyoroti kontras kondisi ekonomi rakyat dengan oknum tersebut. Poster itu bertuliskan ‘RAKYAT JUAL EMAS DEMI BERTAHAN HIDUP, OKNUM PENEGAK HUKUM TIMBUN EMAS HASIL KORUP’.
Pesan senada juga terlihat pada poster lain yang menyatakan kekecewaan. Poster itu bertuliskan ‘EKONOMI SULIT,RAKYAT MENJERIT, OKNUM PENEGAK HUKUM SEMBUNYIN DUIT #MariKitaLawan’.
Amri dalam orasinya menegaskan pentingnya keberanian Kortastipikor Polri untuk membongkar kasus ini hingga ke akar-akarnya.
“Kami yang hadir di sini, dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi. Tentunya kehadiran kami sebagai bentuk dorongan, bentuk dukungan kepada Kortastipikor Polri dan Polda Metro Jaya untuk tidak takut membongkar sampai ke akarnya maling uang rakyat, penimbun dolar dan emas,” ujarnya.
Secara spesifik, massa aksi juga menuntut keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan asistensi dalam penanganan kasus yang diduga melibatkan Jampidsus Febrie Ardiansyah. Tuntutan ini terlihat jelas pada poster yang berbunyi ‘MENDESAK KPK TURUN TANGAN ASISTENSI KASUS FEBRIE’.
“Kortastipikor saat ini menangani perkara tersebut, saya angkat jempol dan salut. Saya sangat apresiasi ketika sosok Febri Ardiansyah segera ditetapkan tersangka,” kata Amri.
Kasus ini menjadi sorotan publik menyusul adanya dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan oleh oknum di lingkungan Kejagung. Massa mendesak agar dilakukan investigasi mendalam terhadap aset-aset yang dimiliki.
Pesan ini disampaikan melalui poster yang menyertakan visualisasi seekor tikus memegang emas bertuliskan ‘RAKYAT BERSAMA TIM TASTIPIKOR BONGKAR PEJABAT MALING TUMPUK EMAS DAN DOLAR’.
Aspirasi untuk keadilan juga disampaikan melalui spanduk kain yang memuat pertanyaan kritis ‘Dia ITU ASN, TAPI KOK DI RUMAHNYA BERKILAU EMAS DAN TUMPUKAN UANG MILYARAN’.
“Bukan hanya rupiah yang disimpan di brankas kawan-kawan. Ini Dolar Singapura kawan-kawan! Emas yang berkilo-kilo gram kawan-kawan! Berapa kemewahan yang kemudian dimiliki oleh sosok Febrie Ardiansyah?,” tutur Amri.
Aksi unjuk rasa berjalan tertib dan damai dengan pengawalan dari pihak kepolisian. Massa mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan mereka untuk mengungkap tuntas kasus dugaan korupsi yang menyengsarakan rakyat ini tidak segera ditindaklanjuti.
Hingga berita ini dibuat, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait merespons tuntutan massa aksi.










