HARNAS.CO.ID – Sorak komentator panitia Piala Bergilir Ketua Umum KONI Pusat Ke-VII 2026, terdengar dari kejauhan Lapangan Galaxi Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (21/6/2026). Pertandingan putaran kedua di babak 16 besar segera dimulai.
Di lapangan 2, tim dari Depok, Jawa Barat, GWR Family FA berhadapan dengan tim dari Karawang yakni Bina Patra FA. Masing-masing pemain didampingi para pelatih bersiap di area lapangan. Tepat pukul 08.00 WIB, peluit wasit ditiup. Petanda kick off babak pertama dimulai.
Di menit awal, squad GWR mendominasi serangan. Peluang demi peluang pun terjadi di lapangan. Pertandingan yang cukup dramatis itu akhirnya berbuah gol. Di menit ke (2), penyerang dari GWR Nabihan Habrizi Khairi berhasil merobek gawang Bina Patra FA. Skor 1-0.
Tak berselang lama, gol kedua kembali diciptakan GWR FA pada menit ke (6) lewat Bihan, usai menerima umpan lambung dari pemain belakang GWR FA Muhammad Arda Listianto. Skor bertambah 2-0 untuk GWR.
Meski tertinggal, Bina Patra FA tak menyerah. Masukan dari pelatih anak Karawang itu dicerna baik. Alhasil, mampu memperkecil kekalahan 2-1 di menit ke (13) lewat gol yang diciptakan Wildan Abdurrahman, setelah memanfaatkan celah kekosongan di lini belakang pemain GWR.
Di babak 16 besar ini, ambisi kedua tim untuk melaju ke 8 besar saling menggebu. Nahas, keunggulan GWR kandas di tiga menit akhir pertandingan usai. Bina Patra FA mampu menahan imbang 2-2 di menit (17) dengan gol yang dicetak Alfatih Arshaka Zakaria.
Jeda sekitar lima menit, wasit menginstruksikan adu penalti. Para pelatih pun menyiapkan tiga penendang terbaik sebagai eksekutor. Di GWR FA, ada Bihan, Fairuz, dan Athariz. Di kubu Bina Patra FA, ada Wildan, Mikaeel, dan Kenzo.
Ketiga eksekutor dari masing-masing tim semuanya menciptakan gol, hingga wasit menambah satu penendang terakhir.
Adu lempar koin jadi penentu. Mereka yang berhasil menang mendapat kesempatan menendang pertama. Jika gol, maka langsung diputuskan sebagai pemenang. Hasilnya, GWR mendapat kesempatan pertama.
Asisten Pelatih GWR FA Syawaludin tak mikir panjang. Dia mempercayai eksekutor terakhir diberikan pada Feivel Daud Parulian. Sangat dramatis, para pemain saling berdoa di tengah lapangan.
Alhasil, dewi fortuna berpihak pada GWR FA. Feivel berhasil merobek gawang Bina Patra FA dan melaju ke 8 besar.
Pelatih GWR Nana Hernawan sangat bangga atas perjuangan anak didiknya. Menurut dia, ini pencapaian yang sangat luar biasa. Kerja keras anak GWR berbuah manis, meski sepanjang pertandingan ada tekanan serangan yang dibangun Bina Patra FA.
Nana mengakui, Piala KONI merupakan event besar yang diikuti peserta dari tim-tim terbaik di seluruh wilayah Tanah Air. Dalam ajang ini, bukan hanya skil pemain yang diutamakan, melainkan mental yang kuat.
“Alhamdulillah GWR maju ke 8 besar. Istimewa, luar biasa,” ujar Nana.
Perhelatan olahraga sepakbola nasional Piala Bergilir Ketua Umum KONI Pusat Ke-VII 2026 berlangsung Sabtu-Minggu (21-22 Juni 2026) di Lapangan Galaxi Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Sedikitnya, 20 peserta dari berbagai daerah ikut meramaikan acara itu.








