HARNAS.CO.ID – Teror bom melanda Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (13/7/2026) pagi. Tak ayal, teror pada hari pertama sekolah tahun ajaran 2026-2027 ini mengejutkan pihak sekolah baik guru, siswa dan siswi serta para orangtua.
Informasi dihimpun, teror bom tersebut awalnya diketahui melalui pesan yang diterima salah saeorang guru dan staf tata usaha melalui aplikasi perpesanan WhatsApp saat sedang berlangsung upacara.
“Pengirim (ancaman bom) itu tidak ada namanya,” kata salah seorang guru SDN Srengseng Sawah 15, Subekhi kepada awak media di lokasi.
Usai pesan berisi ancaman bom itu diterima, pihak sekolah lalu melapor ke pihak Rukun Tetangga (RT) setempat dan Polsek Jagakarsa.
“Setelah menunggu dari polsek, kami juga mensituasikan anak-anak supaya tidak panik,” kata salah seorang guru SDN Srengseng Sawah 15, Subekhi kepada awak media di lokasi.
Subekhi menjelaskan, upacara tetap berjalan hingga tuntas. Kemudian, sejumlah personel Polsek Jagakarsa yang tiba di sekolah berupaya menenangkan para guru, siswa dan siswi, dan para orangtua.
Seluruh siswa maupun siswi kemudian dipulangkan. Adapun para guru diarahkan meninggalkan area sekolah guna mensterilisasi lokasi.
Tim Gegana dan Densus 88 yang dihubungi Polsek Jagakarsa langsung melakukan penyisiran setelah tiba di SDN Srengseng Sawah 15.
Diketahui, teror bom yang diterima seorang guru dan staf tata usaha SDN Srengseng Sawah 15 itu melalui pesan WhatsApp itu berisi ancaman bom telah disiapkan di 11 titik.
“SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK,” demikian sebagian isi pesan ancaman bom tersebut.
Pengirim pesan juga mengingatkan agar pihak sekolah tidak melaporkan soal pesan ancaman bom itu ke polisi.
Sementara, Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menyatakan, penyisiran yang di antaranya melibatkan tim dari Gegana berlangsung selama beberapa jam usai menerima laporan ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15.
Menurut Nurma, penyisiran tuntas pada Senin siang pukul 13.00 WIB. Dari penyisiran itu, tidak ditemukan benda mencurigakan.
“Setelah selesai dinyatakan aman, usai disisir kurang lebih 4 jam tidak ada ditemukan barang-barang mencurigakan,” ujar Nurma.
Terkait pelaku, Nurma menambahkan, polisi sudah mengendus identitas pengirim teror bom melalui pesan WhatsApp tersebut.
“Kami sudah kantongi identitasnya. Kami sudah mencari, kemudian sudah pasti kami tindak lanjuti untuk pelaku,” kata Nurma.







