Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Global

Lewati Seleksi Super Ketat, 12 PMI Dikirim ke Korsel untuk Rakit Jet Tempur hingga Pesawat Tanpa Awak

by Aria Triyudha
19/12/2025
Lewati Seleksi Super Ketat, 12 PMI Dikirim ke Korsel untuk Rakit Jet Tempur hingga Pesawat Tanpa Awak

Menteri P2M Mukhtarudin (kanan) memakaikan jaket kepada salah seorang pekerja yang dikirim ke Korea Aerospace Industries, dalam acara pelepasan di hotel bilangan Pancoran, Jaksel, Jumat (19/12/2025). (Foto: Harnas.co.id/Aria Triyudha)

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID – Pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) untuk bekerja di sektor-sektor high skill atau berketerampilan tinggi ke berbagai negara terus digencarkan. Hal ini antara lain mengemuka dari pengiriman 12 PMI ke negara Korea Selatan (Korsel) untuk bekerja di perusahaan Korea Aerospace Industries.

Pelepasan 12 PMI itu dilakukan dalam sebuah seremoni yang dihadiri oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin di Swiss-belhotel Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (19/12/2025).

Menurut Menteri P2MI Mukhtarudin, pengiriman 12 PMI high skill itu merupakan tonggak sejarah baru lantaran mereka berhasil masuk ke industri pertahanan di Korsel.

“Prestasi ini adalah kemajuan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan serta awal untuk menerobos dunia internasional di sektor pekerjaan yang high skill,” kata Mukhtarudin kepada awak media.

Pernyataan Mukhtarudin itu bukan tanpa alasan. Sebab, 12 PMI yang dikirim dengan skema visa E7 oleh PT Prima Duta Sejati ini bakal berkontribusi dalam perakitan atau pembuatan pesawat jet tempur KF-21, helikopter, pesawat komersil dan pesawat tanpa awak di Korea Aerospace Industries. Peluang transfer knowledge atau transfer pengetahuan bagi dunia kedirgantaraan Indonesia pun terbuka lebar.

Lebih lanjut, Mukhtarudin pun meyakini 12 PMI tersebut memiliki keterampilan yang dibutuhkan Korea Aerospace Industries. Mengingat, belasan pekerja itu telah menjalani proses seleksi yang digelar PT Prima Duta Sejati sekitar lima bulan.

“Meliputi pelatihan skill dan bahasa. Rata-rata mereka lulusan SMK, sarjana, hingga universitas. Kita dengar sendiri salah satu calon PMI kita sudah sangat fasih berbahasa Korea, bahkan dipuji oleh Pak Duta Besar (Dubes) Korea,” ujar Mukhtarudin.

“Ini membuktikan bahwa kita mampu asal dilatih dan dididik dengan benar,” kata dia menambahkan.

Visa E7

Terlebih, Mukhtarudin menyebut, 12 PMI itu berangkat dengan Visa E7 yang notabene paling tinggi untuk kategori high skill. Selain itu, tidak ada batas waktu tertentu menyangkut berapa lama belasan PMI itu bekerja di Korea Aerospace Industries.

“Selama perusahaan membutuhkan kontraknya bisa diperpanjang. Biasanya per tiga tahun untuk visa E7 dan bisa diperpanjang lagi sesuai kebutuhan,” kata Mukhtarudin.

Terkait apakah ada PMI high skill tahap berikutnya yang diberangkatkan, ia tak menampik. Pasalnya, proses visa bagi PMI high skill lainnya masih terus berjalan.

“Karena kebutuhannya juga akan terus meningkat. Ke depan, kita juga akan merambah ke sektor lain seperti perkapalan. Sebagai contoh, Pertamina juga memesan kapal tanker ke Korea, dan kita akan dorong pekerjanya dari Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai permintaan pihak Korea Selatan,” ujarnya.

Dorongan tersebut, kata Mukhtaruddin menambahkan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian P2MI agar menyiapkan pekerja migran dengan keterampilan tinggi.

“Melalui upgrading skill dari middle dan high skill. Contohnya hari ini melalui skema visa E7yang dilaksanakan atas kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan.”

Sementara Direktur PT Prima Duta Sejati Maxixe Mantofa memastikan proses perekrutan ke-12 PMI yang akan ditempatkan di Korea Aerospace Industries (KAI) melalui seleksi super ketat.

“Karena ini tidak main-main, terkait dengan nyawa orang nanti kalau pesawat itu diterbangkan,” kata Maxixe.

Ia menjelaskan, aspek yang menjadi perhatian tak hanya menyangkut kepandaian dan keahlian, tapi juga moral dan mental masing-masing pekerja. Mengingat, pekerjaan yang akan dijalani menuntut konsentrasi tinggi dan sangat detail.

“Ibaratnya, satu helai rambut pun tidak boleh jatuh di atas mesin. Mereka harus punya mental baja karena adanya perubahan cuaca, kultur, budaya, dan bahasa,” ujar Maxixe lagi.

Faktor bahasa pun tak bisa dianggap remeh. Menurut Maxixe, apabila PMI yang akan dikirim ke Korsel tak bisa bertutur dan memahami bahasa Korsel maka akan berdampak terjadinya miskomunikasi berujung perselisihan dan problem lainnya.

Tak hanya itu, PT Prima Duta Sejati juga memeriksa kondisi kesehatan para pekerja high skill yang akan diberangkatkan ke Korsel.

“Kesehatan juga kita cek sangat detail. Korea adalah salah satu negara penempatan yang paling tough (keras) standar medikalnya. Jadi, kami perhatikan mulai dari medikal, edukasi, pengalaman kerja, hingga tes skill di balai latihan kerja kami di Pasuruan,” ujar Maxixe memaparkan.

Selanjutnya, calon pekerja yang memenuhi syarat akan diajukan untuk dikirim ke Korsel. Tahapan ini melalui proses wawancara online dan langsung atau tatap muka.

“Mereka datang untuk melihat dilihat keterampilan dan kedisiplinannya. Di tempat kami sangat disiplin, kalau berani masuk kelas telat satu kali saja, sudah selesai, tidak bisa dilanjutkan lagi. Kami menerapkan standar luar negeri, tidak boleh pakai standar jam karet Indonesia,” ucap Maxixe menegaskan.

Aspek Perlindungan

Soal aspek pelindungan, dia meyakini, hal itu tidak terlalu berat apabila para pekerja yang dikirim sudah dilatih dan dibekali keterampilan mumpuni. Sebab, Maxixe memandang, PMI serupa dengan tentara yang harus dibekali kemampuan menembak, mendeteksi, dan bertahan hidup sebelum turun ke medan perang.

“PMI juga sama, harus dibekali semuanya sebelum turun ke “medan perang” mereka, yaitu mengotak-atik mesin dan sebagainya. Kalau tidak dididik, mereka akan lebih cepat “mati” (bermasalah). Kalau sudah dilatih dengan baik, melindungi mereka itu enteng, kecuali mereka sendiri yang berbuat kriminal,” katanya.

Maxixe menambahkan, ke depannya, masih ada sekitar 30 hingga 50 pekerja Indonesia yang akan ditempatkan di lagi Korea Aerospace Industries.

“Pada tahun 2026, kami harapkan akan mendapatkan ratusan lagi. Kami adalah satu-satunya perusahaan P3MI di Indonesia yang bekerja sama dengan Korea Aerospace Industries,” ujarnya.

Maxixe menambahkan, selain pengiriman PMI high skill ke Korsel, pihaknya juga mengirim PMI ke lebih dari 10 negara lainnya untuk bekerja di sejumlah sektor.

“Termasuk galangan kapal (pembuatan kapal selam, kapal perang, kontainer, tanker) di Hanwha Ocean Group. Sudah ada lebih dari 500-600 orang yang kami tempatkan di sana,” kata Maxixe.

Previous Post

Ditjen Bina Adwil Pimpin Delegasi RI pada Pertemuan Ke-39 JBC Indonesia-Papua Nugini di Port Moresby

Next Post

Siap-siap! Event MAX 2026 Bakal Tawarkan Pengalaman Menakjubkan bagi Pencinta Bahari

Related Posts

7 WNI Tewas dalam Kebakaran Apartemen di Hong Kong, Satu Orang Dirawat
Global

7 WNI Tewas dalam Kebakaran Apartemen di Hong Kong, Satu Orang Dirawat

Lewat Jalur Laut, 300 WNI Kelompok Rentan Dipulangkan dari Malaysia
Global

Lewat Jalur Laut, 300 WNI Kelompok Rentan Dipulangkan dari Malaysia

Puluhan Migran Ethiopia Tewas Akibat Kapal yang Ditumpangi Terbalik di Lepas Pantai Yaman
Global

Puluhan Migran Ethiopia Tewas Akibat Kapal yang Ditumpangi Terbalik di Lepas Pantai Yaman

Membahayakan Keselamatan Penerbangan, Aktivitas Bermain Layangan di Sekitar Bandara Perlu Ditertibkan
Ekonomi

Membahayakan Keselamatan Penerbangan, Aktivitas Bermain Layangan di Sekitar Bandara Perlu Ditertibkan

Leave Comment

Terkini

Komdigi Gelar Malam Penghargaan Konektivitas Digital 2026, Apresiasi Para Penggerak Akses ke Pelosok

Komdigi Gelar Malam Penghargaan Konektivitas Digital 2026, Apresiasi Para Penggerak Akses ke Pelosok

PSI Banyak Terima Kader Partai Lain Disorot, Jamiluddin: Indikasi Kaesang Pangarep Gagal Kaderisasi

PSI Banyak Terima Kader Partai Lain Disorot, Jamiluddin: Indikasi Kaesang Pangarep Gagal Kaderisasi

DKPP Luncurkan Buku 70 Tahun Jimly Asshiddiqie

DKPP Luncurkan Buku 70 Tahun Jimly Asshiddiqie

Buat Peryataan Sesat, Feri Amsari Dilaporkan Tani Merdeka Indonesia

Buat Peryataan Sesat, Feri Amsari Dilaporkan Tani Merdeka Indonesia

Rombak Jajaran Direksi-Komisaris, United Tractors Tetapkan Dividen Tunai Rp 1.663 per Lembar Saham

Rombak Jajaran Direksi-Komisaris, United Tractors Tetapkan Dividen Tunai Rp 1.663 per Lembar Saham

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Kejari Jaksel Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif di Bank BRI

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.