HARNAS.CO.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mengusut kasus dugaan korupsi pemberian kredit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB), PT Bank DKI dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) kepada PT Sri Rejeki Isman, Tbk (PT Sritex) dan entitas anak usaha. Dalam penyidikan klaster II ini, penyidik fokus mencari calon tersangka baru yang turut kecipratan duit haram tersebut.
Untuk itu, penyidik pidsus memeriksa dua pegawai bank BNI, Jumat (12/9/2025). Salah satunya adalah seorang petinggi berinisial AS yang diperiksa selaku Kepala Divisi PGV BNI tahun 2014-2016.
Satu saksi lainnya adalah pegawai berinisial SMS yang diperiksa perkara ini selaku Analis Kredit Korporasi BNI tahun 2011-2012.
“Dua orang dari BNI, BRI kemudian saksi dari PT Sritex, dan Bank BJB,” kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna, Selasa (16/9/2025).
Lebih lanjut bekas Kajari Jaksel itu menyebut ada 10 orang yang diperiksa terlait kasus ini. Mereka diperiksa untuk tersangka ISL dkk. “Didominasi para saksi yang bekerja di sektor perbankan, penyidik Kejaksaan kali ini menghadirkan satu orang petinggi dari PT Sritex,” lanjutnya.
Saksi yang dipanggil untuk diminta keterangan seputar perkara yang tengah disidik itu adalah berinisial AS selaku Managing Director PT Sritex.
Selain dari BNI, Kejagung juga masih memeriksa saksi dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berjumlah satu orang. Saksi itu adalah inisial DFR selaku karyawan di bank pemerintah dengan aset terbesar di negeri ini.
Sementara sisanya adalah para saksi dari Bank BJB berjumlah lima orang yang salah satunya menjabat sebagai anggota dewan direksi. Saksi itu adalah inisial SRT selaku Direktur Konsumer dan Retail Bank BJB.
Para pegawai Bank BJB lainnya yang diperiksa adalah inisial NTP selaku Karyawan PT BPD Jawa Barat dan Banten, PRP selaku Officer Credit Risk Korporasi pada Divisi Kredit Risk Pusat BJB, RAN selaku Executive Business Officer/EBD pada Bank BJB Januari 2021-Mei 2022.
Serta saksi berinisial RP selaku CEO Regional Kantor Wilayah 5 Bank BJB tahun 2019-2022 yang saat ini menjabat sebagai Pemimpin Divisi Kredit Ritel Bank BJB semenjak tahun 2021.










