HARNAS.CO.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melakukan kunjungan ke Paragon Community Hub, Pesanggrahan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Giat ini dalam upaya memperkuat pelaksanaan program magang nasional 2026.
Yassierli mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program magang, khususnya peserta magang gelombang kedua yang ditempatkan di Paragon. Ia mengungkapkan, antusiasme pendaftar program magang nasional terbilang sangat tinggi.
“Alhamdulillah di awal tahun 2026 ini, saya bersama dengan Pak Seskab hadir untuk melakukan peninjauan magang. Jadi mereka yang magang di Paragon ini adalah gelombang 2, tadi kita cukup surprise yang mendaftar ratusan ribu ya. Dan kemudian yang diterima itu sekitar 171 ya,” ujar Yassierli.
Menurut Yassierli, tingginya minat tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan generasi muda terhadap akses pengalaman kerja. Namun demikian, keterbatasan daya tampung masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan program magang nasional.
“Antusiasmenya luar biasa, tetapi memang daya tampung terbatas. Ke depan tentu kita berharap kesempatan magang bisa dibuka lebih luas. Ini juga menjadi tantangan bagi calon peserta untuk benar-benar menjadi yang terbaik agar bisa terpilih,” katanya.
Yassierli menegaskan, program magang nasional diharapkan menjadi sarana strategis dalam menyiapkan lulusan perguruan tinggi agar lebih siap memasuki dunia kerja. Ia menilai magang menjadi jembatan penting antara pendidikan formal dan kebutuhan industri.
Adapun peserta magang dalam program tersebut berasal dari lulusan pendidikan tinggi, dengan jenjang pendidikan Diploma III (D3) dan Sarjana (S1). Mayoritas peserta merupakan lulusan S1, sementara sebagian lainnya berasal dari lulusan D3.
“Tujuan utama program ini adalah memberikan kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk mengenali dunia industri setelah menyelesaikan pendidikan mereka,” tambah Yassierli.
Sementara itu, Teddy menilai kerja sama antara pemerintah dan Paragon dalam pelaksanaan program magang nasional memberikan manfaat ganda, baik bagi perusahaan maupun peserta magang. Menurutnya, program magang tidak hanya menguntungkan peserta, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi perusahaan.
“Peserta magang bisa membangun networking yang baik di Paragon, dan ini juga sangat bermanfaat bagi perusahaan. Jadi magang ini bukan hanya bermanfaat bagi anak magangnya saja, tetapi perusahaan juga,” ujar Teddy.
Ia menjelaskan, program magang dapat menjadi salah satu mekanisme seleksi awal bagi perusahaan dalam merekrut pegawai. Melalui magang, perusahaan dapat menilai langsung kompetensi, etos kerja, serta kesiapan peserta sebelum diangkat menjadi pegawai tetap.
“Dalam merekrut pegawai, perusahaan tentu melakukan seleksi. Magang ini merupakan salah satu bentuk seleksi tersebut, sehingga nantinya pegawai tetap bisa diambil dari peserta magang,” tambahnya.
Teddy menjelaskan, keberadaan program magang juga mempermudah perusahaan karena peserta benar-benar dilibatkan dalam aktivitas kerja. Berdasarkan hasil peninjauan, para peserta magang di Paragon mendapatkan pendampingan dari mentor, pelatihan yang sesuai, serta pengalaman kerja nyata.
Selain memperoleh pengalaman dan pembinaan, para peserta magang juga mendapatkan hak berupa upah selama mengikuti program tersebut.










