HARNAS.CO.ID – Perhelatan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2025 bertema Diplomatic Tour Goes to West Nusa Tenggara membidik wisatawan hingga investor asing.
Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, R. Heru Hartanto Subolo mengatakan, IGS bertujuan mempromosikan Indonesia secara keseluruhan dan sudah lima kali diadakan di berbagai provinsi dengan partisipan berbeda.
“Pintu masuknya adalah gastro (makanan/kuliner), salah satu tools diplomasi, tapi pada saat yang sama kami masukkan aspek-aspek potensial untuk berkolaborasi antara kedutaan asing dengan stakeholders nasional,” kata Heru dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2025).
Diketahui, IGS 2025 bertema Diplomatic Tour Goes to West Nusa Tenggara berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Kamis (8/5/2025) hingga Sabtu (10/5/2025).
Lebih lanjut, Heru menjelaskan, perhelatan IGS juga wujud nyata konsep Indonesia Incorporated. Selain itu, menunjukkan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam meningkatkan visibilitas dan daya saing Indonesia dalam skala global.
“Sekarang kami akan menindaklanjutinya dengan kolaborasi konkret dari berbagai
stakeholders. Dari pemerintah komitmennya sangat tinggi, tinggal bagaimana kami tindaklanjuti degan pemerintah asing melalui duta besar mereka di sini,” ujar Heru menambahkan.
Kegiatan terselenggara atas kolaborasi Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi NTB, InJourney Tourism Development Corporation
(ITDC), dan Pelita Air. Para peserta diajak untuk menjelajahi keindahan budaya, kuliner, potensi pariwisata, hingga potensi investasi di NTB.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar hadir pada Local Gastronomy
Experience di Desa Wisata Bilebante, Jumat (9/5/2025). Ia mengapresiasi penyelenggaraan IGS 2025 yang mendorong penguatan exposure ekonomi kreatif berbasis lokal terhadap internasional.
“Diplomasi kuliner merupakan jembatan lintas budaya yang mampu mempererat hubungan antarbangsa. Kita bisa membangun kerja sama lintas kawasan, bahkan lintas benua, melalui makanan. Itulah cara kita menumbuhkan persahabatan dan memperkenalkan potensi desa,” kata Irene.
Selama tiga hari, delegasi menelusuri keragaman budaya dan sejarah Kota Mataram dengan berkeliling Kota Tua Ampenan dan Museum NTB. Termasuk, berdialog langsung dengan Gubernur NTB. Selanjutya, delegasi juga berinteraksi dengan pelaku UMKM, menikmati kuliner organik di Desa Wisata Bilebante, mendukung green initiative melalui penanaman pohon, hingga melihat potensi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Mandalika.
Rombongan delegasi yang terdiri dari 38 Duta Besar beserta pasangan serta diplomat asing dari 27 negara menutup rangkaian kegiatan dengan menyaksikan Fanatec GT World Challenge Asia 2025 yang tengah berlangsung. Mereka juga mengikuti track experience, mencoba langsung Pertamina Mandalika International Circuit.










