Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Hukum

Saksi Ungkap Jatah 200 Kuota Haji untuk Anggota BIN

Pengakuan tersebut disampaikan Ridwan saat Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mendalami barang bukti catatan angka pembagian kuota

by Fadlan Butho
08/09/2026
Bantah Yaqut Terima Duit, Saksi Sebut Aliran US$ 271.500 Tidak Clear
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID – Persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024 mengungkap fakta catatan pembagian alokasi kuota haji khusus ke berbagai pihak.

Mantan honorer Kementerian Agama, Ridwan Kurniawan, mengakui dirinya mengetik langsung draf estimasi pembagian kuota tersebut, termasuk alokasi sebanyak 200 kuota berlabel “BIN” yang merujuk pada anggota Badan Intelijen Negara (BIN).

Pengakuan tersebut disampaikan Ridwan saat Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mendalami barang bukti catatan angka pembagian kuota yang tersimpan di laptop miliknya.

Ridwan menuturkan pengetikan catatan tersebut dilakukannya berdua bersama Kepala Seksi Pendaftaran Haji Khusus tahun 2014–2020, Abdul Muhyi, yang melihat rujukan data dari ponsel.

Dalam dokumen yang dikonfirmasi jaksa, estimasi pembagian kuota haji khusus mencakup untuk Subdit 1.500 kuota, Rizky Visa (RF) 500, Maktour (MKTR) 1.000, DPR 200, Para Gus 200, hingga NU 1.900.

Saat jaksa menanyakan maksud pencantuman kode BIN sebanyak 200 kuota, Ridwan membenarkan bahwa kode itu merujuk pada personel intelijen.

“BIN kalau di kami Pembinaan pak. BIN ini apa?” tanya jaksa di muka persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

“BIN waktu itu merujuk ke anggota BIN maksudnya,” jawab Ridwan.

Mendengar pengakuan tersebut, ketua majelis hakim Ni Kadek Susantiani langsung meminta penegasan Ridwan terkait kebenaran adanya alokasi kuota bagi institusi intelijen negara tersebut.

Ridwan mengaku tidak mengetahui secara pasti mekanisme di baliknya dan menyatakan hanya mengetik sesuai instruksi Abdul Muhyi selaku Kasi Pendaftaran Haji Khusus tahun 2014-2020.

“Anggota BIN maksudnya siapa tuh? Diperjelas. Maksudnya Badan Intelijen?” tanya hakim.

“Iya,” ucap Ridwan.

“Badan Intelijen Negara dapat jatah juga? Gitu?” cecar hakim.

“Saya kurang tahu, waktu itu hanya menulis,” tutur Ridwan.

“Yang nulis ini siapa?” tanya hakim kembali.

“Yang ngetik saya atas arahan Pak Muhyi,” kata Ridwan.

Selain kuota untuk anggota BIN, jaksa mengonfirmasi alokasi 200 kuota berlabel DPR. Ridwan menyebut catatan tersebut diperuntukkan bagi anggota DPR secara umum tanpa memerinci komisi yang membidangi urusan agama.

Dalam persidangan tersebut, jaksa juga membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mengenai peran Ridwan sebagai perantara pengumpul fee percepatan dari jemaah kuota tambahan 10.000 haji khusus kategori T0. Penunjukan Ridwan dilakukan setelah Abdul Muhyi melapor kepada Agus Syafi’i dan disetujui oleh Staf Khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex.

“Selanjutnya Abdul Muhyi melaporkan kesanggupan saya kepada Agus Syafi’i lalu saudara Muhyi menyampaikan kepada Isfah Abidal Azis alias Gus Alex bahwa yang bersangkutan menyampaikan memiliki mantan staf yaitu Ridwan Kurniawan, saya sendiri, dan orangnya amanah yang bisa mengumpulkan fee uang pembayaran. Kemudian Isfah Abidal Azis alias Gus Alex menyetujui hal tersebut. Betul Pak?” tanya jaksa.

“Iya, betul pak,” ujar Ridwan membenarkan isi keterangannya.

Ridwan dihadirkan jaksa KPK untuk empat orang Terdakwa, yakni mantan Menteri Agama RI periode 2019-2024, Yaqut Cholil Qoumas; Staf Khusus Yaqut, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex; Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham; dan Ketua Umum Asosiasi Kesthuri yang juga Komisaris PT Raudah Eksati Utama, Asrul Azis Taba.

Selain Ridwan, ada tiga saksi lain yang juga dihadirkan jaksa. Mereka ialah Kasi Pendaftaran Haji Khusus tahun 2014-2020, Abdul Muhyi; Nila Adulitya Devi (swasta); dan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab.

Kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024 diduga merugikan kerugian negara sebesar Rp622.090.207.166,41 (Rp622 miliar).

Angka kerugian negara dalam perkara ini sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Badan Pemeriksa Keuangan RI.

Kasus ini diduga juga memperkaya sejumlah pihak lain termasuk 313 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Previous Post

Bantah Yaqut Terima Duit, Saksi Sebut Aliran US$ 271.500 Tidak Clear

Next Post

Terungkap di Sidang Foto Pertemuan Fuad Maktour dengan Yaqut, Kongkalikong?

Related Posts

Berangkatkan 122 Jamaah, Ustaz Khalid Basalamah Bayar Fee Percepatan Haji ke Kemenag USD 4.500 Perjamaah
Hukum

Berangkatkan 122 Jamaah, Ustaz Khalid Basalamah Bayar Fee Percepatan Haji ke Kemenag USD 4.500 Perjamaah

Begini Respons Menteri Hadi Tjahjanto soal Mafia Tanah di Kotabaru
Hukum

Sidang Korupsi Haji, Jaksa Konfirmasi BAP Saksi soal Yaqut Ingin Kudeta PKB

Bantah Dapat Ribuan Kuota Haji, Bos Maktour: Justru Biro Kami Kena Pangkas
Hukum

Bos Maktour Fuad Hasan Ikut Bahas Kuota Haji Tambahan dan Usul Agar Dikelola PIHK

Disebut Memperkaya Diri US$ 271.500, Yaqut: Itu Asumsi yang Terima Uang Orang Lain, Saya yang Didakwa
Hukum

Sidang Korupsi Haji, Yaqut Soroti Kesaksian soal US$1 Juta untuk Pansus DPR RI

Leave Comment

Terkini

Aliran Dana Muktamar NU Diduga Terkait Kasus ATR/BPN, Kyai PCNU Kembalikan Rp 40 Juta ke KPK

Aliran Dana Muktamar NU Diduga Terkait Kasus ATR/BPN, Kyai PCNU Kembalikan Rp 40 Juta ke KPK

Kolaborasi dengan Pemprov Jabar, BRIN Uji Coba I-SEATER Selama Satu Bulan di Gedung Sate

Kolaborasi dengan Pemprov Jabar, BRIN Uji Coba I-SEATER Selama Satu Bulan di Gedung Sate

Sidak Flyover Latumenten, Anggota DPRD DKI Kenneth: Progres Capai 83 Persen, Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

Sidak Flyover Latumenten, Anggota DPRD DKI Kenneth: Progres Capai 83 Persen, Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

45 WNA Terjaring Razia Ditjen Imigrasi di Apartemen Kalibata City, Mayoritas Asal Somalia

45 WNA Terjaring Razia Ditjen Imigrasi di Apartemen Kalibata City, Mayoritas Asal Somalia

Soal Prabowo Tak Gentar Ancaman MSCI, Fauzan Luthsa: Indonesia Perlu Fokus Ekonomi Produktif

Soal Prabowo Tak Gentar Ancaman MSCI, Fauzan Luthsa: Indonesia Perlu Fokus Ekonomi Produktif

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Cari Aktor Lain di Proyek EDC BRI, KPK Dalami Peran Direktur Utama PT Integra Pratama

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.