HARNAS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan kekagumannya atas arsitektur Masjid Darul Jannah di kompleks Kantor Wali Kota (Walkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel), Jalan Prapanca Raya, Kebayoran Baru.
“Saya mengagumi arsitektur masjid ini. Tanda tangan saya akan ada di masjid ini sampai kapan pun, dan itu sebuah kehormatan,” kata Pramono saat meresmikan Masjid Darul Jannah, Kamis (5/3/2026) malam.
Dia menjelaskan, kekaguman itu bukan tanpa alasan. Sebab, Pramono menyebut, arsitektur Masjid Darul Jannah terlihat indah dan megah sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para jamaah yang beribadah di dalamnya.
“Masjid Darul Jannah ini agar dirawat sebaik-baiknya serta benar-benar menjadi rumah bagi siapa pun yang ingin memuliakan dan memakmurkannya,” ucap Pramono.
Diketahui, peresmian Masjid Darul Jannah ditandai penandatanganan prasasti oleh Gubernur Pramono yang disaksikan sejumlah pejabat daerah, termasuk Wali Kota Jaksel M Anwar, dan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Darul Jannah Sayid Ali.
Lebih lanjut, Pramono memandang, keberadaan Masjid Darul Jannah tidak hanya menjadi simbol selesainya pembangunan fisik. Namun, juga diharapkan menjadi pusat kegiatan umat.
“Sebagai tempat ibadah, silaturahmi, pembelajaran, dan pembinaan masyarakat,” katanya.
Sebagai informasi, Masjid Darul Jannah kini berdiri terpisah dari bangunan utama Kantor Wali Kota Jaksel. Hal ini memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan begitu, Pramono meyakini, warga sekitar maupun para musafir akan lebih mudah untuk beribadah, terutama dalam menghidupkan berbagai kegiatan selama Ramadan seperti salat tarawih, tadarus, kajian, hingga buka puasa bersama.
“Ketika saya diminta meresmikan Masjid Darul Jannah ini, yang dalam bahasa Arab berarti ‘Rumah Surga’, saya berkali-kali bertanya dalam hati, mengapa saya mendapatkan keberuntungan yang luar biasa ini. Ini benar-benar sebuah kehormatan,” ujar Pramono.
Tak Gunakan Dana APBD
Masjid Darul Jannah dibangun dua lantai dengan luas keseluruhan 2.607 meter persegi.
Lantai dasar difungsikan sebagai ruang serbaguna, tempat wudu, serta ruang layanan lainnya. Sedangkan lantai atas digunakan sebagai ruang salat utama yang dapat menampung lebih dari 1.200 jamaah.
Adapun pembangunan masjid tersebut didanai oleh bantuan BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta bersama para donatur yang bersifat tidak mengikat dan tidak menggunakan dana APBD.
Total anggaran pembangunan mencapai Rp 42.061.417.771 dan saat ini konstruksinya telah rampung 100 persen.










