HARNAS.CO.ID – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian buka suara merespons berbagai keluhan penghuni terkait kenyamanan hunian sementara (huntara) di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi suhu di dalam huntara yang masih dirasakan panas oleh sebagian penghuni.
Menurut Tito, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyempurnakan standar pembangunan huntara, khususnya dengan kemungkinan penambahan alas atap agar hunian tidak terlalu menyerap panas.
“Kami akan sampaikan kepada BNPB, apakah bisa dibuatkan alas supaya ke depan standarnya ada alasnya sehingga tidak terlalu panas” kata Tito saat meninjau hunian sementara di kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh, Jumat (6/3/2026).
Lebih lanjut, Tito turut mempertimbangkan dukungan fasilitas tambahan seperti kipas angin untuk membantu sirkulasi udara di dalam hunian sementara.
“Mereka juga akan dibantu kipas angin,” ujarnya.
Tito menyebut, pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap berbagai model huntara yang dibangun oleh sejumlah pihak. Ia menjelaskan, terdapat berbagai skema pembangunan huntara, mulai dari yang dibangun oleh BNPB, Danantara, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Berikutnya, hunian berbasis gotong royong dari masyarakat dan organisasi relawan.
“Di BNPB tidak ada ranjang, tapi kelebihannya dapur dan toiletnya ada sendiri. Sementara yang dibangun Danantara dan Kementerian PU ada ranjang dan kipas angin, tapi dapur dan kamar mandi komunal,” ujar Tito memaparkan.
Tak hanya itu, Tito menyebut pemerintah menargetkan pengungsi yang masih tinggal di tenda dapat segera berpindah ke huntara atau menerima bantuan dana tunggu hunian (DTH) sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026. Sejauh ini, jumlah pengungsi di tiga provinsi tersebut terus mengalami penurunan dan berada di kisaran sekitar 6 ribu orang.
“Dari minggu lalu 11.000-an, sekarang sudah 6.000-an. Target kami sebelum Idul Fitri mereka sudah masuk ke huntara atau menggunakan dana tunggu hunian,” ujar Tito menambahkan.










