HARNAS.CO.ID – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar).
Sidak tersebut untuk memastikan progres pembangunan Flyover Latumenten, berjalan sesuai target yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
“Saya memonitor langsung pembangunan Flyover Latumenten,Jakarta Barat. Saya dapat laporan bahwa pembangunannya sudah mencapai 83 persen, makanya langsung saya cek benar atau tidaknya,” kata Kenneth dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Kenneth memeriksa sejumlah bagian flyover yang memiliki panjang total 800 meter itu. Berbekal laporan dari pihak kontraktor, ia memastikan kesesuaian antara progres pembangunan yang dilaporkan dan kondisi di lapangan.
“Tentunya secara teori kan saya sebagai anggota Dewan enggak boleh percaya begitu saja ya. Nah, pada saat kita cek di lapangan secara teknis dan lain-lain, ternyata sudah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh kontraktor,” tutur Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini.
Lebih lanjut, meski progres pembangunan telah mencapai 83 persen, pria yang akrab disapa Bang Kent itu mengingatkan kontraktor tetap bekerja sesuai target. Berdasarkan instruksi Gubermur Pramono, pembangunan Flyover Latumenten ini ditargetkan rampung Desember 2026.
“Masih ada sisa dua bulan lagi, saya harap bisa selesai sesuai target ya. Jadi, Tahun Baru nanti atau Januari 2027 bisa dibuka untuk umum dan beroperasi,” ucap Alumni PPRA Angkatan LXII Lemhannas RI itu menegaskan.
Terkait kendala pembangunan, Kent mengungkapkan, kontraktor sempat mengeluhkan keterbatasan ruang kerja di lokasi proyek. Namun, berdasarkan hasil peninjauannya, tidak ditemukan kendala signifikan yang berpotensi menghambat penyelesaian pembangunan.
Kent juga menilai kemacetan di sekitar lokasi proyek mulai terurai dalam beberapa waktu terakhir.
“Kendala yang dihadapi itu kontur yang terlalu sempit, tapi sampai detik ini saya lihat tidak ada masalah yang signifikan ya. Lalu, yang sempat dikeluhkan itu macet, tapi kita lihat belakangan ini sudah mulai terurai lah macetnya,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.
Sebagai informasi, selain untuk mengurai kemacetan, Flyover Latumenten juga akan dilengkapi fasilitas publik guna menunjang mobilitas masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi halte TransJakarta dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dilengkapi empat unit lift untuk memudahkan akses, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 83 persen, Kent berharap Flyover Latumenten dapat rampung pada Desember 2026 dan mulai beroperasi pada Januari 2027.
Ia memastikan, pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai target dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Jakarta Barat.
“Saya akan terus mengawal pembangunan Flyover Latumenten tersebut agar bisa selesai tepat waktu dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Dan saya berharap proyek tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam mengurangi kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api di kawasan Latumenten, Jakarta Barat ini,” kata Kent menambahkan.
Dinanti Masyarakat
Sementara, Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya mengatakan, masyarakat telah lama menantikan penyelesaian pembangunan Flyover Latumenten. Kehadiran flyover tersebut dinilai sangat penting karena perlintasan sebidang kereta api di kawasan itu kerap menghambat aktivitas warga dan memicu kemacetan panjang.
“Warga telah menantikan realisasi pembangunan Flyover Latumenten ini sejak lama. Maka dari itu, warga mengucapkan terima kasih kepada Pak Kenneth dan Pemprov DKI Jakarta,” kata Raditian.
Antusiasme serupa juga disampaikan Ema, Warga RT 13 RW 11, Kelurahan Jelambar. Dia mengaku senang dengan pembangunan flyover yang diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan di sekitar perlintasan kereta api.
“Sudah lama kami menunggu (Flyover Latumenten)ini. Ketika Pak Kenneth hadir, langsung cepat dibangun. Alhamdulillah, kami bangga dan senang,” kata Ema semringah.










