Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Soal Prabowo Tak Gentar Ancaman MSCI, Fauzan Luthsa: Indonesia Perlu Fokus Ekonomi Produktif

by Aria Triyudha
22/10/2026
Soal Prabowo Tak Gentar Ancaman MSCI, Fauzan Luthsa: Indonesia Perlu Fokus Ekonomi Produktif

Analis geopolitik Eurasia Fauzan Luthsa. (Foto: X/@just_fau)

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia tidak takut menghadapi ancaman reklasifikasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) atas pasar saham Indonesia dinilai harus menjadi momentum untuk mengubah orientasi ekonomi nasional.

Analis geopolitik Eurasia Fauzan Luthsa menilai Indonesia perlu memperkuat ekonomi produktif dan mengurangi ketergantungan strategis pada dinamika kapitalisme finansial global.

“Indonesia tidak seharusnya mengukur keberhasilan ekonominya hanya dari pergerakan indeks, kapitalisasi pasar atau persepsi investor global. Pasar modal harusnya menjadi instrumen untuk mendukung kegiatan produktif, bukan tujuan pembangunan itu sendiri. Sekarang justru logikanya terbalik. Akibatnya, ya seperti sekarang, kita sebagai entitas bernegara menjadi mudah diombang ambing oleh persepsi asing,” kata Fauzan dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (22/10/2026).

Sebelumnya, pada Rabu (21/10/2026), Prabowo menyatakan Indonesia tidak akan gentar menghadapi MSCI dalam taklimat di hadapan jajaran kabinet. Hal itu dilontarkan setelah MSCI membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Menurut Fauzan, ketegasan pemerintah menghadapi tekanan eksternal perlu disertai pembenahan tata kelola pasar modal sekaligus evaluasi terhadap arah pembangunan ekonomi.

Perubahan klasifikasi oleh penyedia indeks global dapat memengaruhi keputusan alokasi portofolio investor, sehingga berdampak pada persepsi risiko dan arus modal.

Saat ini,  investor domestik pasar modal menguasai 60,33 persen aset saham, sementara investor asing memiliki porsi 39,67 persen. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan jumlah investor pasar modal mencapai 32,17 juta Single Investor Identification (SID) pada akhir September 2026.

“Pertumbuhan investor domestik merupakan perkembangan penting, tetapi jumlah investor tidak sama dengan kekuatan modal. Kepemilikan domestik yang lebih besar juga tidak otomatis menghilangkan pengaruh asing terhadap likuiditas, pembentukan harga dan persepsi risiko. Kemandirian pasar harus dilihat dari kemampuan membiayai kegiatan produktif dan menghadapi perubahan arus modal,” kata Fauzan menerangkan.

Lebih lanjut, ia menilai Indonesia perlu memperbaiki transparansi kepemilikan saham, keterbukaan informasi, free float dan penegakan hukum terhadap manipulasi pasar. Namun, reformasi tersebut harus menjadi bagian dari agenda yang lebih luas untuk mengarahkan pembiayaan menuju industri, pertanian, energi, teknologi dan sektor-sektor yang memperkuat produktivitas serta penciptaan lapangan kerja.

Fauzan mengaitkan persoalan tersebut dengan pemikiran Karl Marx dalam Das Kapital yang memandang modal bukan sekadar uang atau aset, melainkan relasi sosial yang membentuk proses produksi dan akumulasi kekayaan.

Konsep fictitious capital atau modal fiktif menjelaskan bagaimana klaim finansial dapat diperdagangkan dan mengalami perubahan nilai yang tidak selalu sejalan dengan perkembangan kapasitas produksi.

“Dalam perspektif Marx, persoalannya bukan sekadar pergerakan harga saham, melainkan hubungan antara akumulasi modal dan proses produksi. Nilai klaim finansial dapat berkembang tanpa selalu sejalan dengan pertumbuhan kapasitas produksi. Karena itu, kita perlu memastikan bahwa sistem keuangan mendukung penciptaan nilai dalam ekonomi riil,” ujar dia.

Menurut Fauzan, kritik terhadap kapitalisme finansial bukan menolak pasar modal atau investasi asing. Persoalan muncul ketika dinamika valuasi dan arus dana jangka pendek lebih mendominasi perhatian daripada investasi jangka panjang dan penguatan kapasitas produksi.

“Saya menyarankan agar pemerintah saat ini tidak terlalu berpusat pada pasar modal, lebih baik mendorong pergeseran dari kapitalisme spekulatif menuju ekonomi produktif. Ini lebih sesuai dengan jalan ekonomi Indonesia dan falsafah Pancasila,” tutur Fauzan.

Dia menilai kritik historis tersebut relevan sebagai pengingat bahwa penguatan pasar finansial tidak selalu identik dengan perbaikan ekonomi secara menyeluruh.

“Yang harus dipastikan adalah modal semakin terhubung dengan industrialisasi, pengembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah. Mempertahankan label Emerging Market itu bonus, bukan tujuan strategis Indonesia. Tujuan akhirnya adalah membangun ekonomi produktif yang memiliki posisi tawar lebih kuat di tengah situasi dunia yang semakin berbahaya,” kata Fauzan menambahkan.

 

Previous Post

Ahli Pidana UI: Rangkaian Perbuatan Harus Dinilai Utuh, Unsur Pemerasan Ditentukan Hakim

Next Post

45 WNA Terjaring Razia Ditjen Imigrasi di Apartemen Kalibata City, Mayoritas Asal Somalia

Related Posts

Hadiri KTT ke-18 BRICS, Prabowo Dorong Negara Berkembang Berperan Besar dalam Ekonomi Global
Global

Hadiri KTT ke-18 BRICS, Prabowo Dorong Negara Berkembang Berperan Besar dalam Ekonomi Global

Kinerja Wapres Gibran Urus Papua Dipertanyakan, Pengamat: Prabowo Berhak Evaluasi
Politik

Kinerja Wapres Gibran Urus Papua Dipertanyakan, Pengamat: Prabowo Berhak Evaluasi

Bertemu di Vladivostok, Prabowo-Putin Saling Lempar Keramahan di Tengah Hubungan Strategis RI-Rusia
Global

Bertemu di Vladivostok, Prabowo-Putin Saling Lempar Keramahan di Tengah Hubungan Strategis RI-Rusia

Rapat Bersama Presiden, Mendagri Tito Dorong Pencegahan Karhutla di Riau Diperkuat
Nusantara

Rapat Bersama Presiden, Mendagri Tito Dorong Pencegahan Karhutla di Riau Diperkuat

Leave Comment

Terkini

Aliran Dana Muktamar NU Diduga Terkait Kasus ATR/BPN, Kyai PCNU Kembalikan Rp 40 Juta ke KPK

Aliran Dana Muktamar NU Diduga Terkait Kasus ATR/BPN, Kyai PCNU Kembalikan Rp 40 Juta ke KPK

Kolaborasi dengan Pemprov Jabar, BRIN Uji Coba I-SEATER Selama Satu Bulan di Gedung Sate

Kolaborasi dengan Pemprov Jabar, BRIN Uji Coba I-SEATER Selama Satu Bulan di Gedung Sate

Sidak Flyover Latumenten, Anggota DPRD DKI Kenneth: Progres Capai 83 Persen, Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

Sidak Flyover Latumenten, Anggota DPRD DKI Kenneth: Progres Capai 83 Persen, Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

45 WNA Terjaring Razia Ditjen Imigrasi di Apartemen Kalibata City, Mayoritas Asal Somalia

45 WNA Terjaring Razia Ditjen Imigrasi di Apartemen Kalibata City, Mayoritas Asal Somalia

Soal Prabowo Tak Gentar Ancaman MSCI, Fauzan Luthsa: Indonesia Perlu Fokus Ekonomi Produktif

Soal Prabowo Tak Gentar Ancaman MSCI, Fauzan Luthsa: Indonesia Perlu Fokus Ekonomi Produktif

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Cari Aktor Lain di Proyek EDC BRI, KPK Dalami Peran Direktur Utama PT Integra Pratama

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.