Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Kesra

Dampak Asap Karhutla bagi Kesehatan Anak, Kenali Tanda Bahayanya!

by Aria Triyudha
21/10/2026
Dampak Asap Karhutla bagi Kesehatan Anak, Kenali Tanda Bahayanya!

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan karhutla di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026). (Foto: Dok BNPB/Danung Arifin)

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyerukan perlindungan maksimal terhadap anak-anak dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. Pasalnya, anak bukanlah miniatur orang dewasa, sehingga risiko dan dampak paparan asap tidak bisa disamakan dengan kelompok usia lain.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K) menekankan pentingnya pendekatan perlindungan yang holistik dan berbasis hak anak.

“Anak adalah kelompok yang paling rentan dalam bencana kabut asap, namun sering kali suaranya tidak terdengar. Bayi, balita, anak dengan asma, penyakit jantung atau paru kronik, anak dengan disabilitas, serta anak yang bergantung pada oksigen dan alat medis memiliki risiko yang jauh lebih tinggi. Mereka tidak bisa melindungi diri sendiri—tugas kitalah, orang dewasa dan negara, untuk memastikan mereka terlindungi,” kata Piprim dikutip Rabu (21/10/2026).

Piprim menjelaskan, hak hidup, kesehatan, perlindungan, hingga hak tumbuh kembang anak harus tetap terpenuhi kendati di tengah situasi darurat.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI dr Fifi Sofiah, SpA, Subsp Respi(K) menegaskan, asap karhutla mengandung campuran zat berbahaya yang jauh lebih kompleks daripada yang sering dibayangkan masyarakat.

“Asap kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar ‘asap biasa’. Ia mengandung partikel padat, gas, dan cairan hasil pembakaran tidak sempurna—mulai dari hidrogen sulfida, sulfur, karbon dioksida, polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH), asam, hingga logam berat seperti silika, tembaga, kadmium, timbal, bromium, zink, dan kalium,” kata dia.

Partikel tersebut, ujar Fifi melanjutkan, paling berbahaya bagi anak, terutama PM2.5 yang berukuran kurang dari 2,5 mikron—jauh lebih kecil dari sehelai rambut manusia—sehingga dapat menembus saluran napas terdalam hingga alveoli dan bahkan masuk ke aliran darah.

Fifi menjelaskan, organ pernapasan anak-anak menjadi sasaran utama karena anatomis dan fisiologisnya masih berkembang. Partikel kasar (PM10) mengiritasi saluran napas atas. Sedangkan PM2.5 yang bersifat ultrafine menimbulkan gangguan pada saluran napas bawah.

“Aldehida—salah satu senyawa dalam asap—bahkan dilaporkan dapat melumpuhkan silia di saluran napas, sementara karbon monoksida dan nitrogen oksida mengganggu fungsi hemoglobin. Ozon dan PAH mengganggu integritas sel. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menimbulkan penyakit paru kronik dan menurunkan kualitas hidup anak hingga dewasa,” katanya menerangkan.

Fifi menambahkan, anak lebih rentan bukan hanya karena sistem imunnya belum sempurna, tetapi karena diameter jalan napasnya kecil. Mereka bernapas lebih cepat. Lebih sering bernapas melalui mulut. Selain itu, anak lebih banyak beraktivitas di luar ruangan dan paparan polutan lebih berat terjadi di ketinggian tubuh mereka.

“Dekat stroller, dekat lantai. Ventilasi per kilogram berat badan anak juga lebih tinggi. Jadi, jika udara tercemar, dosis paparan yang mereka terima jauh lebih besar dibandingkan orang dewasa,” ujar Fifi.

Sementara, Sekretaris Satgas Siaga Bencana IDAI dr Dimas Dwi Saputro, SpA, Subsp Respi(K), memaparkan sejumlah langkah mitigasi praktis bagi keluarga.

“Antara lain mengurangi aktivitas di luar ruangan, menciptakan ruang dengan udara lebih bersih di dalam rumah (menutup jendela dan pintu, menggunakan exhaust fan, tirai basah, dan akurium), menggunakan masker bila terpaksa keluar rumah, memperbanyak minum air putih, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi,” katanya.

Keluarga juga diminta menyiapkan tas siaga bencana, memahami jalur evakuasi, titik kumpul, dan rencana kesiapsiagaan keluarga.

IDAI juga menyoroti pentingnya pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Rekomendasi IDAI membagi respons berdasarkan kelompok usia—neonatus (0–28 hari), bayi (28 hari–12 bulan), balita (12–60 bulan), anak (5–12 tahun), dan remaja (12–18 tahun). Pada level ISPU 0–50 (Baik) hingga 51–100 (Sedang), kelompok rentan dianjurkan mengurangi paparan asap dan menggunakan masker,” ucap dia.

“Pada level 101–199 (Tidak Sehat) dan 200–299 (Sangat Tidak Sehat), kelompok rentan—terutama bayi, balita dengan penyakit dasar, dan neonatus—direkomendasikan untuk evakuasi ke penampungan berudara bersih atau lokasi aman atas indikasi medis, disertai pemberian obat esensial dan suplementasi oksigen sesuai indikasi. Pada level di atas 300 (Berbahaya), evakuasi diberlakukan bagi seluruh kelompok,” ujar Dimas menambahkan.

Orang tua pun diingatkan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat bila muncul tanda kegawatan seperti sesak napas berat, tarikan dinding dada, bibir membiru, kesadaran menurun, atau anak tidak mampu minum. Sebab, mengenali situasi—ISPU yang memburuk, asap masuk ke rumah, atau kebakaran yang mengancam permukiman sama pentingnya dengan mengenali kondisi anak.

“Lindungi anak sebelum muncul keluhan. Kenali tanda gawat dan segera cari pertolongan.”

 

Previous Post

Berangkatkan 122 Jamaah, Ustaz Khalid Basalamah Bayar Fee Percepatan Haji ke Kemenag USD 4.500 Perjamaah

Related Posts

12.285 Personel dan 7 Helikopter Dikerahkan Demi Perkuat Penanganan Karhutla Sumsel
Nusantara

12.285 Personel dan 7 Helikopter Dikerahkan Demi Perkuat Penanganan Karhutla Sumsel

Rapat Bersama Presiden, Mendagri Tito Dorong Pencegahan Karhutla di Riau Diperkuat
Nusantara

Rapat Bersama Presiden, Mendagri Tito Dorong Pencegahan Karhutla di Riau Diperkuat

Karhutla Kalimantan Banyak Terjadi di Lahan Gambut, Begini Langkah BNPB
Nusantara

Karhutla Kalimantan Banyak Terjadi di Lahan Gambut, Begini Langkah BNPB

Penanganan Karhutla Bromo, BNPB: 540 Personel Dikerahkan untuk Pemadaman hingga Cegah Api Meluas
Nusantara

Penanganan Karhutla Bromo, BNPB: 540 Personel Dikerahkan untuk Pemadaman hingga Cegah Api Meluas

Leave Comment

Terkini

Dampak Asap Karhutla bagi Kesehatan Anak, Kenali Tanda Bahayanya!

Dampak Asap Karhutla bagi Kesehatan Anak, Kenali Tanda Bahayanya!

Berangkatkan 122 Jamaah, Ustaz Khalid Basalamah Bayar Fee Percepatan Haji ke Kemenag USD 4.500 Perjamaah

Berangkatkan 122 Jamaah, Ustaz Khalid Basalamah Bayar Fee Percepatan Haji ke Kemenag USD 4.500 Perjamaah

Berbuat Asusila dengan Janda, Hakim di Banyuwangi Disanksi Nonpalu Dua Tahun

Berbuat Asusila dengan Janda, Hakim di Banyuwangi Disanksi Nonpalu Dua Tahun

Begini Respons Menteri Hadi Tjahjanto soal Mafia Tanah di Kotabaru

Sutradara Film ‘Sang Pengadil’ Beberkan Keterlibatan Hingga Dana Investasi Zarof

Hakim Minta Zarof Ricar dan Notaris Apriliani Hadir jadi Saksi Makelar Kasus Agung Winarno

Hakim Minta Zarof Ricar dan Notaris Apriliani Hadir jadi Saksi Makelar Kasus Agung Winarno

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Cari Aktor Lain di Proyek EDC BRI, KPK Dalami Peran Direktur Utama PT Integra Pratama

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.