HARNAS.CO.ID – Fakta baru mengenai dugaan permainan kuota tambahan haji khusus 2023 terungkap dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Abdul Aziz Nur, Auditor Ahli Muda Inspektorat Jenderal Kementerian Agama.
Dalam pemeriksaannya yang teruang dalam BAP, Aziz mengungkap adanya daftar 31 nama jemaah yang diserahkan Umar Bakadam kepadanya untuk kemudian diteruskan kepada Rizky Fisa Abadi.
Di dalam daftar itu terdapat nama Cut Haslinar, istri Inspektur Jenderal Kemenag saat itu, Faisal.
Bukan hanya daftar nama. Dalam BAP, Aziz juga mengungkap adanya informasi mengenai 51 jemaah yang disebut mendapat kuota tambahan haji khusus untuk Group Umar Bakadam dari total 626 kuota.
Lebih jauh, Aziz menyebut adanya permintaan fee US$6.000 per jemaah kepada PT Dream Tour untuk mendapatkan kuota tambahan haji khusus 2023.
Aziz mengaku mengetahui informasi mengenai besaran fee tersebut dari Umar Bakadam.
“Uang fee kuota tambahan haji khusus Tahun 2023 yang diminta Rizky Fisa Abadi kepada PT. Dream Tour adalah senilai USD 6.000 per jemaah. Saya mendengarnya dari Sdr. UMAR BAKADAM,” kata Aziz dalam BAP yang dikutip, Senin (28/9/2026).
Namun, Aziz menegaskan dirinya tidak mengetahui apakah uang itu benar-benar diserahkan kepada Rizky Fisa Abadi. “Saya tidak mengetahui penyerahan uang tersebut,” ujarnya.
Dalam BAP, Aziz menerangkan bahwa Rizky Fisa Abadi mengirimkan file melalui WhatsApp yang memuat informasi pembagian kuota tambahan haji khusus 2023. Dalam file itu disebutkan Group Umar Bakadam memperoleh 51 jemaah dari total kuota tambahan 626 jemaah.
Aziz kemudian mengungkap daftar nama yang sebelumnya diserahkan Umar Bakadam kepadanya. Daftar itu antara lain mencantumkan Cut Haslinar dengan nomor porsi 3000899686 melalui PT Dream Tours and Travel.
Nama-nama lainnya antara lain Hendro Sanyoto Soenarko, Herlina Dawud Mawijaya, Eny Sholikah Pujihastuti, Anissa Istivani, Caesar Bimaprawira Prasetyo, Aulanisa Ramadhani Fauzi, Eneng Rukmawati, Jasman Abdullah Jatmiko, Rinaldi Koesrin, Sri Mulyati, Yayat Hidayat Ruhaeding, Naya Dhea Abu Baikar, Ruseno Sutio, hingga Achmad Damiri Karto Sudarno.
Total terdapat 31 nama dalam daftar yang diteruskan Aziz kepada Rizky Fisa Abadi. Namun, Aziz mengaku, tidak mengetahui apakah seluruh nama itu akhirnya benar-benar berangkat ke Tanah Suci.
“Namun saya tidak mengetahui apakah seluruh nama-nama tersebut jadi berangkat. Yang bisa saya pastikan berangkat adalah Cut Haslinar,” kata Aziz.
Dalam keterangannya dalam BAP, Aziz juga mengungkap dirinya menerima uang US$2.000 dari Umar Bakadam. Menurut Aziz, uang itu diberikan karena dirinya dianggap memiliki peran dalam membantu terpenuhinya kuota tambahan haji khusus 2023 untuk Group Umar Bakadam.
“Karena saya dianggap punya peran atas terpenuhinya kuota tambahan haji khusus 2023 untuk Group Umar Bakadam dan memberikan saya uang USD 2.000,” ujar Aziz.
Namun, Aziz tidak menyebut uang itu sebagai bagian dari fee US$6.000 per jemaah yang disebut diminta Rizky kepada PT Dream Tour. Dia juga menyatakan tidak mengetahui pihak lain yang menerima fee dari PIHK untuk kuota tambahan haji khusus 2023.
“Saya tidak mengetahui pihak lain yang menerima uang fee dari PIHK untuk kuota tambahan haji khusus 2023,” kata Aziz.
Setelah Istri Irjen, Muncul Istri Pejabat Lain
Keterangan Aziz tidak berhenti pada keberangkatan Cut Haslinar pada 2023. Dalam BAP, Aziz mengungkap bahwa pada 2024, Kastolan juga menitipkan istrinya untuk berangkat sebagai jemaah TO.
Aziz kemudian mengaku mendaftarkan istri Kastolan ke travel milik Rizky Fisa Abadi. Namun, Aziz menyebut dirinya lupa nama travel itu.
Selanjutnya, menurut Aziz, Rizky meminta bantuan agar nama-nama jemaah dari travel miliknya, termasuk istri Kastolan, disetujui Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus saat itu, Jaja Jaelani.
Aziz kemudian mengirimkan nama-nama tersebut kepada Jaja melalui WhatsApp. “Saya mengirimkan nama-nama via Whatsapp kepada Jaja Jaelani agar dibantu, dan dibantu olehnya,” kata Aziz.
Aziz juga menceritakan pengalamannya ketika mengantar Cut Haslinar mengikuti manasik haji di sebuah hotel. Saat itu, Aziz mengaku sempat bertanya kepada peserta mengenai harga paket haji yang mereka bayarkan.
“Ternyata mereka membayar paket haji furoda kepada PT. Dream Tour,” ujar Aziz dalam BAP.
Dari Daftar Nama hingga Fee Ribuan Dolar
Rangkaian keterangan Aziz dalam BAP itu membuka sejumlah fakta yang saling berkaitan mulai dari daftar jemaah yang diserahkan Umar Bakadam, nama Cut Haslinar dalam daftar, informasi 51 kuota untuk Group Umar Bakadam, hingga permintaan fee US$6.000 per jemaah.
Di sisi lain, terdapat pengakuan Aziz menerima US$2.000 dari Umar Bakadam karena dianggap berperan dalam terpenuhinya kuota tambahan untuk kelompok tersebut.







