Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Politik

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Disorot Tajam, Jamiluddin Ritonga: Ada Klaim Kontradiksi!

by Aria Triyudha
19/10/2026
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Disorot Tajam, Jamiluddin Ritonga: Ada Klaim Kontradiksi!

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga. (Foto: Tangkapan layar/Instagram@Jamiluddin Ritonga)

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto genap berusia dua tahun pada Selasa (20/10/2026) besok. Namun, usia dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo itu menuai sorotan tajam lantaran publik dinilai masih disodorkan klaim kontradiksi menyangkut keberhasilan pembangunan.

“Pada satu sisi, pemerintah mengeklaim sejumlah capaian strategis seperti swasembada pangan, penghematan anggaran, dan peluncuran program sosial berskala besar,” kata Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, Senin (19/10/2026).

Dia menjelaskan, pemerintahan Prabowo juga mengungkapkan soal kesejahteraan petani yang disebut meningkat. Tak hanya itu, Nilai Tukar Petani (NTP) juga diklaim menembus rekor tertinggi di angka 131,11 pada September 2026, ditopang Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah Rp 6.500/kg serta penurunan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen.

“Prestasi lainnya Indonesia diklaim menuju kemandirian energi. Indonesia resmi menghentikan impor solar dari luar negeri dengan memanfaatkan bahan baku minyak sawit domestik untuk transisi energi bersih,” ujar Jamiluddin.

Bahkan, kata dia mengatakan, Indonesia juga diklaim mampu menjaga pertumbuhan ekonomi nasional bertahan di atas 5 persen. Hal itu disebut menjadikan Indonesia salah satu titik terang (bright spot) di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan diklaim tumbuh 12,26 persen pada triwulan II 2026. Hal itu disertai peningkatan konsumsi pemerintah dan alokasi anggaran besar untuk pendidikan, pertahanan, serta program sosial,” ucap Jamiluddin.

Namun, kata dia melanjutkan, pada sisi lainnya, studi dari lembaga swadaya seperti Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan memberikan “rapor merah” dengan skor kepuasan publik yang rendah.

Kemudian, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 1–10 Oktober 2026 mencatat, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan secara umum turun dari 81,2 persen (November 2025) menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. Kepuasan terhadap pelaksanaan demokrasi turut merosot ke angka 40 persen.

Jamiluddin mengungkapkan, elektabilitas Presiden Prabowo Subianto bahkan hanya 9,8 persen dalam survei terbaru SMRC, jauh di bawah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (35,5 persen) dan Anies Baswedan (10,3 persen).

“Jadi, ada kesenjangan (gap) antara klaim keberhasilan pemerintah dengan kepuasan dan elektabilitas terhadap pemerintah dan Prabowo menurut publik berdasarkan hasil survei. Gap tersebut tentu mempengaruhi penilaian masyarakat terjadap pemerintahan Prabowo,” kata Jamiluddin.

Menurut mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu, publik pendukung pemerintah tentu menjadikan temuan tersebut sebagai pembenaran untuk menilai keberhasilan pemerintah. Pemerintah dinilai sudah bekerja untuk rakyat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Sementara bagi yang anti pemerintah, temuan tersebut juga akan dijadikan justifikasi menilai pemerintah. Kelompok anti pemerintah ini akan menilai pemerintah gagal membangun Indonesia, khususnya dalam menyejahterakan rakyat.

“Masalahnya, bagi kelompok yang netral bisa jadi akan bingung menilai kontradiksi tersebut. Kalau menilai pemerintah berhasil, tapi kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah terus melorot dan elektabilitas Prabowo juga turun tajam,” tutur Jamiluddin.

Meski begitu, kata dia lagi, pemerintahan bekerja untuk rakyat. Karena itu, keberhasilan suatu pemerintahan seharusnya berdasarkan penilaian rakyat.

Atas dasar itu, acuan keberhasilan suatu pemerintahan seharusnya berdasarkan penilaian rakyat. Hal itu kiranya sejalan dengan prinsip demokrasi.

Dengan demikian, Jamiluddin menekankan, pemerintah yang demokratis seharusnya mendengarkan penilaian rakyat terhadap kinerjanya, bukan klaim sepihak.

“Pemerintah demokratis akan terus menyusun program kerjanya berdasarkan kebutuhan rakyatnya. Semua itu meminta pembangunan harus menggunakan pendekatan bottom up. Hanya dengan begitu pemerintahan di negara demokratis menjadikan rakyat sebagai raja dan pemerintah sebagai pelayan,” kata Jamiluddin menambahkan.

 

Previous Post

Pemerintah Siapkan Tim untuk Evaluasi Penanganan Kenaikan Harga Cabai

Related Posts

Politik

Pengaruh Politik Jokowi Dinilai Memudar, Tak Mampu Dongkrak Elektabilitas PSI

Kinerja Wapres Gibran Urus Papua Dipertanyakan, Pengamat: Prabowo Berhak Evaluasi
Politik

Kinerja Wapres Gibran Urus Papua Dipertanyakan, Pengamat: Prabowo Berhak Evaluasi

Serap 17,6 Ribu Tenaga Kerja, Presiden Prabowo Minta Pembangunan Kampung Nelayan Terus Dikebut
Ekonomi

Serap 17,6 Ribu Tenaga Kerja, Presiden Prabowo Minta Pembangunan Kampung Nelayan Terus Dikebut

Revitalisasi dan Pembangunan Pasar Tradisional di Jakarta Dipacu, Begini Strategi Perumda Pasar Jaya
Nusantara

Revitalisasi dan Pembangunan Pasar Tradisional di Jakarta Dipacu, Begini Strategi Perumda Pasar Jaya

Leave Comment

Terkini

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Disorot Tajam, Jamiluddin Ritonga: Ada Klaim Kontradiksi!

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Disorot Tajam, Jamiluddin Ritonga: Ada Klaim Kontradiksi!

Pemerintah Siapkan Tim untuk Evaluasi Penanganan Kenaikan Harga Cabai

Pemerintah Siapkan Tim untuk Evaluasi Penanganan Kenaikan Harga Cabai

Cak Imin Siap Bantu KPK Bongkar Korupsi di Kemenaker

Kedapatan Korupsi, KPK Tangkap Bupati Klaten

Duit Rp106,3 Miliar Jadi Petunjuk, KPK Dalami Orang Kepercayaan Nusron Wahid sebagai Markus

Dipanggil KPK Besok, KPK Peringatkan Nusron Wahid Hadiri Pemeriksaan

Korupsi Dana Bencana, KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB dan 4 Lainnya Tersangka

Korupsi Dana Bencana, KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB dan 4 Lainnya Tersangka

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Cari Aktor Lain di Proyek EDC BRI, KPK Dalami Peran Direktur Utama PT Integra Pratama

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.