Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Hukum

KPK Dalami Aliran Duit Kuota Haji Rp400 Ribu Dolar ke Nusron Wahid

Dugaan aliran uang yang mengalir ke Nusron itu mencuat dalam persidangan perkara korupsi kuota haji tambahan 2023-2024.

by Fadlan Butho
03/09/2026

Gedung KPK Jakarta. HARNAS.CO.ID | BARRY FATHAHILAH

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan menelaah dan mendalami fakta persidangan terkait dugaan aliran uang sebesar US$400.000 yang disebut mengalir ke Ketua Panitia Khusus (Pansus) Haji DPR RI 2024 Nusron Wahid.

Dugaan aliran uang yang mengalir ke Nusron itu mencuat dalam persidangan perkara korupsi kuota haji tambahan 2023-2024. Dalam persidangan, nama Nusron Wahid, yang saat itu menjabat Ketua Pansus Haji DPR RI 2024 disebut terdakwa Isfhah Abidal Azis Gus Alex selaku terdakwa.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, jaksa penuntut umum akan menganalisis setiap keterangan yang muncul selama persidangan.

“Jaksa Penuntut Umum KPK tentu akan telaah dan analisis setiap keterangan yang muncul dalam persidangan,” ujar Budi saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Menurut Budi, fakta yang terungkap di persidangan menjadi bagian penting dalam proses pembuktian perkara.

“Yang pada pokoknya, tentu setiap fakta persidangan penting untuk proses pembuktian perkara ini, karena akan mengungkap konstruksi perkara ini secara utuh,” terang Budi.

Nama Teman Nusron Disebut

Dugaan aliran uang US$400.000 itu terungkap dalam persidangan terdakwa kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex, dan mantan staf Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Syaiful Bahri alias Bahri alias Bajak Laut, Senin (1/9/2026) malam hingga Selasa (2/9/2026) dini hari.

Dalam persidangan tersebut, Gus Alex mengonfirmasi kepada Bahri mengenai penyerahan uang US$400.000 kepada seseorang bernama Eric.

Gus Alex kemudian mengaitkan uang tersebut dengan permintaan Zainal Abidin, yang disebut sebagai teman Nusron Wahid.

“Apakah saudara saksi tahu bahwa pada waktu saudara saksi saya minta, saya minta saudara saksi untuk ketemu seseorang bernama Erik untuk menyerahkan sejumlah uang sebesar 400 ribu US dolar itu adalah untuk memenuhi permintaan saudara Zainal Abidin, temannya pak Nusron Wahid?” tanya Ishfah kepada Syaiful Bahri di muka persidangan.

“Waktu itu saya tidak tahu, Pak. Tetapi setelah beberapa hari saya nanya ke bapak, itu sebenarnya siapa, baru bapak kasih tahu gitu,” jawab Bahri.

Gus Alex kemudian kembali memastikan bahwa Zainal Abidin merupakan teman Nusron Wahid.

“Baru setelah itu saya kasih tahu bahwa saudara Zainal Abidin itu meminta, kemudian waktu itu saya minta serahkan ke dia, dia itu temannya pak Nusron Wahid. Betul?” tanya Ishfah lagi memastikan.

“Iya,” kata Bahri.

Ishfah kembali menegaskan mengenai maksud penyerahan uang tersebut.

“Oke. Artinya, saudara mengerti ya, mengerti bahwa itu atas permintaan saudara Zainal Abidin dan saya minta saudara untuk menyerahkan melalui saudara Erik?” timpal Ishfah.

“Siap, setelah dikasih tahu,” jelas Bahri.

Nama Pansus Haji juga sebelumnya muncul dalam persidangan terdakwa Asrul Azis Taba, Ketua Umum Asosiasi Kesthuri sekaligus Komisaris PT Raudah Eksati Utama, Selasa (1/9/2026).

Dalam persidangan itu, Bahri mengungkapkan pernah dititipi uang oleh Asrul. Uang tersebut pada awalnya disebut diperuntukkan bagi Ishfah.

Namun, dalam perkembangannya, uang tersebut disebut berkaitan dengan penyerahan kepada Pansus Haji DPR RI yang ketika itu dipimpin Nusron Wahid.

Keterangan tersebut kini menjadi salah satu fakta persidangan yang akan dianalisis KPK untuk melihat keterkaitannya dengan konstruksi perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan maupun keterangan dari Nusron Wahid terkait munculnya nama dirinya dalam rangkaian keterangan tersebut.

Kerugian Negara Rp622 Miliar

Kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024 berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI diduga menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp622.090.207.166,41 atau sekitar Rp622 miliar.

Selain Ishfah Abidal Azis, KPK juga memproses tiga terdakwa lainnya dalam perkara tersebut.

Mereka adalah mantan Menteri Agama era Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Yaqut Cholil Qoumas; Direktur Operasional Maktour, Ismail Adham; serta Ketua Umum Asosiasi Kesthuri yang juga Komisaris PT Raudah Eksati Utama, Asrul Azis Taba.

Previous Post

Mahasiswa Didorong Jadi Garda Terdepan Penanganan TBC di Tingkat Desa

Next Post

Keputusan Kuota Tambahan Haji Khusus 50 Persen Dibuat Tanggal Mundur

Related Posts

Cak Imin Siap Bantu KPK Bongkar Korupsi di Kemenaker
Hukum

Kedapatan Korupsi, KPK Tangkap Bupati Klaten

Duit Rp106,3 Miliar Jadi Petunjuk, KPK Dalami Orang Kepercayaan Nusron Wahid sebagai Markus
Hukum

Dipanggil KPK Besok, KPK Peringatkan Nusron Wahid Hadiri Pemeriksaan

Korupsi Dana Bencana, KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB dan 4 Lainnya Tersangka
Hukum

Korupsi Dana Bencana, KPK Tetapkan Adik Kepala BNPB dan 4 Lainnya Tersangka

Hukum

Benarkan OTT Pejabat BNPB, KPK: Masih Pendalaman Nanti Kita Ekspos

Leave Comment

Terkini

Hakim Minta Zarof Ricar dan Notaris Apriliani Hadir jadi Saksi Makelar Kasus Agung Winarno

Hakim Minta Zarof Ricar dan Notaris Apriliani Hadir jadi Saksi Makelar Kasus Agung Winarno

Sidang Pemerasan, Dua Saksi dari Bank BCA dan SeaBank Pertegas Fakta soal Transfer Rp 80 Juta ke Bangun Paulus

Sidang Pemerasan, Dua Saksi dari Bank BCA dan SeaBank Pertegas Fakta soal Transfer Rp 80 Juta ke Bangun Paulus

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Disorot Tajam, Jamiluddin Ritonga: Ada Klaim Kontradiksi!

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Disorot Tajam, Jamiluddin Ritonga: Ada Klaim Kontradiksi!

Pemerintah Siapkan Tim untuk Evaluasi Penanganan Kenaikan Harga Cabai

Pemerintah Siapkan Tim untuk Evaluasi Penanganan Kenaikan Harga Cabai

Cak Imin Siap Bantu KPK Bongkar Korupsi di Kemenaker

Kedapatan Korupsi, KPK Tangkap Bupati Klaten

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Cari Aktor Lain di Proyek EDC BRI, KPK Dalami Peran Direktur Utama PT Integra Pratama

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.